Mbappe Diserang Kritik dari Legenda Prancis, Piala Dunia 2026 Jadi Pembuktian

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe ketika melakukan selebrasi usai mencetak gol. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Sosok Kylian Mbappe telah menjelma menjadi salah satu pesepak bola terbaik dunia. Koleksi trofi bergengsi, puluhan gol bersama Timnas Prancis, hingga statusnya sebagai bintang utama di level internasional membuat namanya sulit dipisahkan dari kesuksesan Les Bleus dalam beberapa tahun terakhir.

banner 325x300

Namun menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, kapten Timnas Prancis itu justru mendapat sorotan tajam dari legenda sepak bola negaranya sendiri, Frank Leboeuf.

Di usia 27 tahun, Mbappe memang menjadi sosok sentral dalam skuad asuhan Didier Deschamps. Penyerang Real Madrid tersebut telah mengoleksi 94 caps dan mencetak 56 gol bersama Timnas Prancis. Ia juga menjadi bagian penting saat Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia.

Empat tahun berselang, Mbappe kembali menunjukkan kualitas luar biasanya pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Penampilannya pada partai final melawan Argentina masih dikenang hingga kini setelah berhasil mencetak hattrick, meski Prancis akhirnya harus mengakui keunggulan lawan melalui adu penalti.

Meski tak meragukan kemampuan teknis Mbappe di lapangan, Frank Leboeuf menilai kualitas sebagai pemain hebat tidak selalu sejalan dengan kemampuan memimpin sebuah tim.

Mantan bek yang ikut membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 itu secara terbuka mempertanyakan kapasitas Mbappe sebagai pemimpin di ruang ganti Les Bleus.

“Tidak, bagi saya Kylian Mbappe bukan seorang pemimpin karena dia terlalu mementingkan dirinya sendiri dalam cara berpikirnya,” ujar Leboeuf seperti dikutip SportsBoom.

Baca juga: Vinicius Akui Kehebatan Messi, Argentina Dijagokan Juara Lagi

mantan pemain timnas Prancis
Tampak Frank Lebouef, eks pemain Prancis

Leboeuf menegaskan bahwa penilaiannya bukan berdasarkan hubungan pribadi dengan Mbappe. Ia bahkan mengakui sang pemain memiliki kepribadian yang baik dan pendidikan yang bagus.

“Saya tidak mengenalnya secara dekat. Saya hanya bertemu dengannya sekali saat dia bersama tim nasional dan baru saja bergabung dengan Paris Saint-Germain. Sekali lagi, dia anak yang baik, berpendidikan bagus, tetapi pola pikirnya dan cara dia memandang sepak bola tidak sejalan dengan nilai-nilai saya tentang permainan ini,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena datang dari sosok yang pernah merasakan langsung atmosfer juara dunia bersama Prancis. Leboeuf tidak mempertanyakan kemampuan Mbappe mencetak gol atau memenangkan pertandingan, melainkan lebih menyoroti bagaimana seorang kapten mampu mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.

Kritik itu muncul di tengah persiapan Prancis menghadapi Piala Dunia 2026. Meski memiliki lini depan yang dihuni banyak pemain bintang, Les Bleus masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga keseimbangan permainan dan soliditas tim.

Dengan turnamen terbesar sepak bola dunia yang semakin dekat, sorotan terhadap peran Mbappe sebagai kapten dipastikan akan semakin besar. Cara dirinya memimpin tim di bawah tekanan diyakini bisa menjadi salah satu faktor penentu apakah Prancis mampu kembali berbicara banyak di panggung dunia atau justru gagal memenuhi ekspektasi besar publik sepak bola negaranya.

Laporan: Roy Hamadi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *