DPR Papua Hadapi Langsung Aksi Mahasiswa, Isu HAM dan Penarikan Pasukan Mengemuka

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Ketua DPR Papua, Denny Henry Bonay, ST., MM., bersama jajaran anggota dewan ketika menyalami Emanuel Gobay, Direktur LBH Papua, di lingkaran Abepura, menemui mahasiswa pendemo, Senin (27/4). 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Ketua DPR Papua, Denny Bonay, bersama Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, turun langsung menemui massa aksi mahasiswa di Lingkaran Abepura, Jalan Biak, Kota Jayapura, Senin (27/04/2026).

banner 325x300

Aksi demonstrasi yang melibatkan sejumlah elemen mahasiswa berlangsung tertib dan kondusif di bawah pengawalan aparat keamanan.

Sejak pagi, massa telah memadati lokasi dan menyuarakan tuntutan melalui orasi secara bergantian. Mereka tetap menjaga situasi damai sepanjang aksi berlangsung.

Denny Bonay memilih hadir langsung di tengah massa tanpa perantara. Ia membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi mahasiswa secara terbuka.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan DPR Papua dalam merespons isu-isu krusial yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca juga: Aturan Sudah Jelas, DPR Minta Warga Tertib Gunakan Ruang Publik

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang dinilai masih terjadi di Tanah Papua.

Mereka menilai persoalan tersebut belum mendapat penanganan serius, meski dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat sipil.

“Kami melihat masih banyak warga sipil menjadi korban. Masyarakat hidup dalam ketakutan, bahkan ada yang mengungsi ke hutan untuk menyelamatkan diri,” ujar salah satu koordinator lapangan.

Nampak Koord Komnas HAM Papua Frits Ramandey bersama Kapolres Jayapura KBP. Fredrickus Maclarimboen dan jajaran di Lingkaran Abepura
Nampak Koord Komnas HAM Papua Frits Ramandey bersama Kapolres Jayapura KBP. Fredrickus Maclarimboen dan jajaran di Lingkaran Abepura. 

Selain isu HAM, mahasiswa juga mendesak pemerintah pusat untuk menarik pasukan dari Papua.

Mereka menegaskan bahwa Papua harus menjadi tanah damai, bukan wilayah yang terus dibayangi pendekatan keamanan dan militer.

Baca juga: DPR Papua Soroti OPD, Prioritas Pengusaha Lokal Jangan Hanya Janji

Menanggapi tuntutan tersebut, Denny Bonay menyatakan seluruh aspirasi akan menjadi perhatian serius DPR Papua.

Ia memastikan tuntutan mahasiswa akan diteruskan ke berbagai pihak, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada Panglima TNI, Gubernur, Ketua MRP, hingga Presiden melalui Kapolri dan Panglima TNI,” tegasnya di hadapan massa.

Sementara itu, Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memantau dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran HAM.

Ia menekankan pentingnya penyelesaian melalui dialog yang adil dan berkelanjutan demi menciptakan situasi yang kondusif di Papua.

Aksi damai ini mendapat apresiasi karena berlangsung tertib tanpa gesekan.

Kehadiran langsung pimpinan DPR Papua dinilai mampu meredam potensi ketegangan sekaligus membuka ruang komunikasi yang konstruktif.

Sejumlah mahasiswa juga menyambut baik sikap tersebut. Mereka menilai kehadiran Denny Bonay sebagai bentuk kepemimpinan yang terbuka dan menghargai suara rakyat.

Setelah dialog dan penyampaian aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib.

Aksi pun berakhir damai, dengan harapan seluruh tuntutan dapat ditindaklanjuti secara serius dan berkeadilan demi terciptanya perdamaian berkelanjutan di Tanah Papua.

Laporan: Sonny Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *