Foto: istimewa | Tampak flyer ucapan selamat HUT GKI Jemaat Silo Entrop, yang ke-54 Tahun dari PKB.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Jemaat GKI Silo Entrop menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pertumbuhan pelayanan gereja di wilayah daratan Kota Jayapura. Kehadirannya tidak lepas dari dinamika perkembangan jemaat yang kian pesat sejak awal dekade 1970-an.
Ketua Persekutuan Kaum Bapa (PKB) Jemaat GKI Silo Entrop, Fillep Christian Hamadi, SE.,.M.Sos., mengungkapkan bahwa embrio berdirinya jemaat ini berawal dari Rapat Kerja (Raker) Klasis GKI Resort Jayapura ke-1 yang berlangsung di GKI Sion Dok VIII pada 23–25 April 1971.
Baca juga: HUT ke-56 Jemaat GKI Pniel Kota Raja, Momentum Perkuat Iman dan Pelayanan
Dalam forum tersebut, Jemaat GKI Viadolorosa Kampung Tobati mengajukan usulan pemekaran pelayanan ke wilayah daratan, khususnya Entrop dan Kotaraja. Usulan ini muncul seiring meningkatnya jumlah jemaat, baik warga asli Tobati maupun para pendatang yang menetap di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, faktor geografis turut menjadi pertimbangan serius. Warga jemaat di Entrop dan Kotaraja saat itu harus menempuh perjalanan cukup jauh, bahkan melintasi Teluk Youtefa, untuk mengikuti ibadah di Kampung Tobati. Kondisi ini dinilai tidak lagi efektif dalam mendukung pelayanan rohani umat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Sinode GKI di Tanah Papua melalui Klasis Jayapura kemudian menugaskan seorang guru jemaat, Bapak Karma, untuk mendampingi pelayanan sekaligus mempersiapkan pemekaran jemaat baru. Ia pula yang mengusulkan nama “Silo” bagi jemaat yang akan berdiri di Entrop, yang kemudian disepakati dalam sidang Raker.
Momentum bersejarah itu mencapai puncaknya pada penutupan Raker yang bertepatan dengan ibadah Minggu, 25 April 1971.
Dalam kesempatan tersebut, secara resmi ditetapkan berdirinya sejumlah jemaat baru, termasuk Jemaat GKI Silo Entrop dan Jemaat GKI Pniel Kotaraja sebagai hasil pemekaran dari GKI Viadolorosa Kampung Tobati.
Tanggal 25 April 1971 pun ditetapkan sebagai hari lahir Jemaat GKI Silo Entrop. Hingga tahun 2026, jemaat ini telah memasuki usia ke-54 tahun, mencerminkan perjalanan panjang dalam membangun pelayanan, memperkuat iman, serta menjawab kebutuhan umat di tengah perkembangan Kota Jayapura.
Sebagai jemaat hasil pemekaran, GKI Silo Entrop tidak hanya menjadi simbol pertumbuhan gereja, tetapi juga bukti nyata bagaimana gereja merespons tantangan zaman baik dari sisi spiritual maupun kondisi geografis umatnya.
RILIS: BPK FILLEP C. HAMADI, S.E., M.Sos
Ketua PKB Jemaat GKI Silo Entrop, Kota Jayapura Klasis Port Numbay
Laporan: Sony Rumainum

















