Genjot Tenaga Kerja Lokal, Disnaker Jayapura Latih OAP Jadi Operator Profesional

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak pembukaan praktek pelatihan alat berat dan sertifikasi K3 bersama LP3 Karya Idaman Mandiri, di Kampung Harapan, Senin (27/4). 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Upaya menekan angka pengangguran dan membuka akses kerja bagi Orang Asli Papua (OAP) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), sebanyak 15 OAP kini dilatih menjadi tenaga operator, lengkap dengan skema magang hingga peluang penempatan kerja.

banner 325x300

Program ini dijalankan dengan menggandeng penggagas lapangan kerja daerah, sebagai bagian dari strategi peningkatan keterampilan generasi muda agar siap bersaing di dunia industri.

Ketua penggagas Lapangan Kerja Kabupaten Jayapura, Monika Priska Wanma, menjelaskan bahwa pelatihan diawali dengan pembekalan intensif selama tiga hari sebelum peserta diterjunkan ke praktik lapangan.

“Peserta dibekali materi dasar seperti K3, pengenalan alat berat, indikator operasional, hingga peran sebagai safety officer,” ujarnya saat ditemui di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Senin (27/4/2026).

Pembukaan pelatihan Pengoperasian alat berat oleh Disnaker Jayapura
Pembukaan pelatihan Pengoperasian alat berat oleh Disnaker Jayapura

Baca juga: Bukan Sekedar Data, Disnaker Jayapura Siapkan Strategi Serap Lulusan Luar Negeri

Materi pelatihan tersebut diberikan oleh instruktur profesional dari LP3 Mandiriah, dengan fokus pada peningkatan kapasitas teknis sekaligus pemahaman keselamatan kerja.

Monika mengungkapkan, program ini merupakan hasil usulan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), yang kemudian diakomodir pemerintah daerah sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan OAP, mengingat program dibiayai dari dana khusus yang diperuntukkan bagi pemberdayaan putra-putri daerah.

Usai pelatihan, peserta tidak langsung dilepas begitu saja. Mereka akan menjalani program magang selama satu hingga dua bulan di dunia kerja nyata, salah satunya di Sony Hotel.

“Setelah pelatihan, mereka langsung masuk tahap magang. Harapannya, dari situ bisa terbuka peluang untuk direkrut sebagai karyawan tetap,” jelasnya.

Tampak 2 alat berat disiapkan
Tampak 2 alat berat disiapkan

Selama masa magang, peserta juga mendapat dukungan biaya transportasi sebesar Rp100 ribu per hari, sebagai bentuk motivasi sekaligus dukungan keberlanjutan program.

Monika menilai, potensi anak-anak Papua sangat besar dalam menyerap ilmu dan keterampilan. Namun, aspek kedisiplinan masih perlu diperkuat agar mampu bersaing di dunia kerja.

“Kami yakin mereka mampu. Tinggal bagaimana membangun disiplin dan kesiapan kerja. Itu yang terus kami dorong melalui program ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Jayapura, Idris Taba, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja sekaligus menjembatani kebutuhan industri dengan tenaga kerja lokal.

Ia berharap, program pelatihan ini tidak hanya menghasilkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mampu mendorong lahirnya peluang usaha baru di Kabupaten Jayapura.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *