Foto: istimewa | Tampak dua calon ketua DPD KNPI Kota Jayapura yakni Bartolomeus Barend Taniauw dan Novel Krey akhirnya islah, setelah berseteru jelang pemilihan ketua minggu (15/3/26) lalu.

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Konflik internal yang sempat membelah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Jayapura akhirnya resmi berakhir.
Dua tokoh kunci, Barto Barend Taniauw dan Novel Krey, sepakat berdamai dan kembali menyatukan barisan pasca Musyawarah Daerah (Musda) VI tahun 2026.
Kesepakatan islah politik ini menjadi penanda berakhirnya dinamika organisasi yang sebelumnya diwarnai perbedaan pandangan. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, keduanya menunjukkan komitmen kuat untuk membawa KNPI ke arah yang lebih solid dan inklusif.
Ketua DPD KNPI Kota Jayapura terpilih, Barto Taniauw, menegaskan bahwa tidak ada lagi sekat di antara dirinya dan Novel Krey. Ia memastikan seluruh elemen pemuda akan dirangkul dalam satu gerak bersama.
“Perbedaan sudah selesai. Sekarang saatnya kita berjalan bersama untuk membangun KNPI yang lebih kuat,” tegas Barto saat prosesi islah di kawasan Padang Bulan, Kota Jayapura, Sabtu (21/3/2026) malam.
Barto menambahkan, hasil Musda VI tetap menjadi pijakan utama dalam menjalankan roda organisasi.
Baca juga: Dualisme KNPI Kota Jayapura Berakhir Islah
Namun, ia menekankan pentingnya merangkul seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) agar KNPI benar-benar menjadi rumah besar bagi semua pemuda tanpa pengecualian.
Sementara itu, Novel Krey menunjukkan sikap legowo dengan menerima hasil Musda dan mengajak seluruh pihak untuk menatap ke depan. Ia menilai kompetisi yang terjadi merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi yang wajar.
“Kontestasi sudah berakhir. Kini saatnya bersatu dan bekerja bersama demi kemajuan pemuda di Kota Jayapura,” ujar Novel.
Baca juga: Musda KNPI Kota Jayapura Memanas, Pencopotan Caretaker Japsel Picu Tudingan Intervensi Politik
Kesepakatan damai ini tidak hanya mengakhiri potensi konflik internal, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa pemuda Jayapura siap mengedepankan kolaborasi. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran KNPI dalam mendorong pembangunan kepemudaan di daerah.
Islah tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Papua M. Rusdianto Abu, Ketua DPD KNPI Papua Benyamin Gurik, serta sejumlah perwakilan OKP. Kehadiran para tokoh ini menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi.
Dengan berakhirnya konflik, KNPI Kota Jayapura kini diharapkan kembali fokus pada program kerja yang menyentuh kebutuhan pemuda dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Laporan: Sony Rumainum

















