Foto: Irfan | Tampak Bupati Dr. Yunus Wonda, SH., MH., didampingi wakil Bupati Haris Richard S. Yocku, SH., dan Kapolres Jayapura AKBP. Dionisius Helan, SIK., ketika menabuh tiga membuka Rakerkab KONI Kabupaten Jayapura, Selasa (3/3/26).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura menegaskan keseriusannya mengembalikan kejayaan olahraga daerah. Komitmen itu disampaikan Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, MH., saat membuka Rapat Kerja (Raker) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jayapura di Hotel Yudha Sentani, Selasa (3/3/2026).
Dalam sambutannya, Yunus Wonda menilai Kabupaten Jayapura memiliki potensi atlet yang besar. Namun, potensi tersebut harus ditopang dengan kerja kolektif antara pemerintah daerah dan seluruh pengurus cabang olahraga.
“Kalau kita bekerja keras bersama, saya yakin prestasi olahraga Kabupaten Jayapura akan bangkit dan kembali terangkat,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Jayapura yang juga Ketua Umum KONI Kabupaten Jayapura, Haris Richard S. Yocku, menyampaikan bahwa Raker kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum kebangkitan setelah beberapa tahun prestasi olahraga mengalami penurunan.
“Kita tidak ingin masa depan olahraga kita sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tugas kita hari ini adalah menghidupkan kembali gairah olahraga di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Haris mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 33 hingga 35 cabang olahraga yang aktif. Dengan waktu sekitar 29 bulan menuju event besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON), seluruh cabang diminta memiliki target yang jelas dan terukur.
Ia menekankan tiga fokus utama: mencetak atlet berprestasi, mengaktifkan seluruh cabang olahraga, dan menargetkan perolehan medali emas sebanyak mungkin di ajang mendatang.
“Kita harus punya target. Tidak bisa lagi berjalan tanpa arah,” katanya tegas.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Haris optimistis pembinaan tetap bisa berjalan maksimal melalui kerja sama dan pengelolaan yang tepat. KONI, lanjutnya, akan segera melakukan pendataan ulang seluruh atlet dari berbagai cabang seperti renang, dayung, voli, hingga sepak bola untuk dimasukkan dalam basis data resmi.
Menurutnya, keberadaan database atlet sangat penting untuk memastikan kesiapan menghadapi kejuaraan serta memudahkan proses seleksi.
Selain pembinaan teknis, perhatian terhadap kesejahteraan atlet juga menjadi sorotan. Haris menilai, tanpa dukungan insentif yang memadai, atlet berpotensi hijrah ke daerah lain.
“Kita latih mereka, kita bina mereka. Maka sudah menjadi tanggung jawab kita juga untuk menjaga dan memperhatikan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Melalui Raker tersebut, seluruh cabang olahraga dari tingkat distrik hingga kampung diminta memaparkan program kerja masing-masing. Program yang diajukan akan diseleksi berdasarkan skala prioritas serta disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Pemerintah daerah dan KONI berharap, dengan perencanaan yang terukur, anggaran yang jelas, serta persiapan matang, Kabupaten Jayapura mampu kembali menjadi kekuatan olahraga yang diperhitungkan di Papua maupun tingkat nasional.
Laporan: M. Irfan

















