Ricuh Dana Desa di Wamena, Dua Kelompok Warga Karu Saling Serang di Jalan Trikora

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak kelompok masa kedua kubu memadati jalan Trikora, depan Bank Mandiri, Jayawijaya, kamis (26/2). 

banner 325x300

Wamena, jurnalmamberamofoja.com — Ketegangan antarwarga Distrik Karu, Kabupaten Lanny Jaya, pecah menjadi bentrokan terbuka di Jalan Trikora, tepatnya di depan Bank Mandiri Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIT.

Kericuhan dipicu persoalan pencairan Dana Desa Tahap II Tahun 2025 yang dibarengi polemik pergantian bendahara di empat kampung. Dua kubu terlibat saling serang, masing-masing dipimpin Mandius Kogoya, mantan Kepala Distrik Karu sekaligus bendahara lama, serta Metinus Kogoya selaku bendahara baru. Kedua pihak sama-sama didukung massa sekitar 150 orang.

Sebelum bentrokan terjadi, dua kelompok massa berkumpul di lokasi berbeda. Massa pendukung Mandius Kogoya berada di depan Lapas Kelas II B Wamena, sementara kelompok Metinus Kogoya menunggu di kawasan Olala, Jalan Hom-Hom.

Rencana pencairan dana desa pada hari itu membuat kedua kubu bergerak menuju kawasan Terminal Tolikara di Jalan Trikora. Ketegangan pun tak terhindarkan saat kedua kelompok saling berhadapan di jalur utama tersebut.

Situasi makin memanas ketika Mandius Kogoya bersama satu unit kendaraan roda empat datang dari arah Lapas menuju Jalan Trikora dan diduga melepaskan anak panah ke arah kelompok lawan. Insiden tersebut memicu aksi saling balas menggunakan batu dan alat perang tradisional.

Bentrok yang terjadi di kawasan padat aktivitas membuat warga panik. Arus lalu lintas di Jalan Trikora sempat lumpuh. Sejumlah pengendara memilih berhenti atau memutar arah demi menghindari lemparan batu dan anak panah. Pedagang di sekitar lokasi juga menutup lapaknya sementara waktu.

Baca juga: Redam Ketegangan, Papua Pegunungan Butuh Kepemimpinan yang Kompak dan Komunikatif

Personel gabungan dari Polres Jayawijaya dan Polres Lanny Jaya yang dipimpin Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara langsung diterjunkan ke lokasi. Aparat membubarkan massa menggunakan gas air mata untuk mencegah bentrokan meluas.

Sekitar pukul 16.12 WIT, situasi berhasil dikendalikan. Massa pendukung Mandius Kogoya mundur kembali ke depan Lapas Wamena di Jalan Hom-Hom, sementara massa Metinus Kogoya tetap berada di bawah pengawalan ketat aparat guna mencegah bentrokan susulan.

Setelah kondisi relatif kondusif, Kapolres Jayawijaya mengimbau kedua pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Ia menegaskan bahwa persoalan administrasi maupun keuangan kampung harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan mediasi, bukan dengan kekerasan.

Dalam pertemuan tersebut, Mandius Kogoya menyatakan kesediaannya mengikuti proses mediasi terkait pergantian empat bendahara kampung dan pencairan Dana Desa Tahap II Tahun 2025. Ia meminta agar mediasi difasilitasi pihak kepolisian guna mencegah konflik berulang.

Pihak Mandius mengakui adanya persoalan di empat kampung yang seharusnya dimediasi lebih dulu. Namun mereka menilai Kepala Distrik Karu, Armin Yikwa, tetap memaksakan pencairan dana pada hari itu sehingga memicu ketegangan di tengah masyarakat.

Baca juga: Serahkan Hewan Kurban, Kodim 1702/Jayawijaya Tebar Semangat Berbagi

Sementara itu, aparat juga mengimbau massa pendukung Metinus Kogoya untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan. Massa kemudian dikawal kembali ke Kompleks Olala melalui Jalan Trikora, Jalan Patimura, Jalan SD Percobaan, dan Jalan Muai guna menghindari pertemuan dengan kelompok lawan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Wamena dilaporkan telah kondusif. Aparat keamanan masih bersiaga di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan serta memastikan aktivitas masyarakat kembali normal.

Laporan: Sonny Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *