Foto: istimewa | Nampak korban pemukulan oleh orang tua pasien saat memberikan keterangan di depan penyidik ketika membuat laporan polisi SPKT Polres Jayapura, Rabu, (35/2) malam.

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, SH., turun langsung mendampingi dokter dan perawat RSUD Yowari yang menjadi korban pemukulan oleh orang tua pasien saat menjalankan tindakan penyelamatan nyawa di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Korban kini dalam kondisi aman dan telah membuat laporan resmi ke kepolisian.
Peristiwa kekerasan itu terjadi ketika tenaga medis sedang melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) terhadap pasien yang mengalami sesak napas dan henti napas. Di tengah proses pertolongan darurat tersebut, orang tua pasien datang dan tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu langsung melakukan pemukulan terhadap dokter yang bertugas.
“Pemukulan itu tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun. Dokter dan perawat sedang berjuang menyelamatkan nyawa pasien. Karena itu, kami mendukung penuh langkah hukum agar pelaku diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Haris Yocku usai mendampingi korban membuat laporan di SPKT Polres Jayapura, Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Rabu (25/02/2026) malam.
Menurut Haris Yocku, dokter korban pemukulan diserang dari arah belakang sebanyak dua kali. Tidak lama berselang, seorang perawat yang datang membantu proses penanganan pasien juga menjadi korban pemukulan hingga mengalami lebam di bagian mata. Keduanya kemudian diarahkan untuk menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum.
Meski menjadi korban kekerasan, tenaga medis tersebut tetap berupaya menyelesaikan tugas pelayanan di IGD. Namun secara psikologis, insiden itu sempat memicu emosi dan kekecewaan di kalangan petugas medis, sehingga pelayanan IGD sempat terganggu untuk sesaat.
“Sempat muncul tulisan penolakan pelayanan karena emosi petugas. Tapi itu langsung dicabut atas arahan direktur rumah sakit. Pelayanan IGD tidak ditutup dan tetap berjalan normal,” jelasnya.

Haris Yocku menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan dukungan penuh kepada dokter dan perawat yang menjadi korban, sekaligus menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap tenaga kesehatan tidak boleh ditoleransi.
“Kami mengimbau masyarakat agar menahan diri dan memahami bahwa dalam situasi darurat, tenaga medis bekerja cepat untuk menyelamatkan nyawa. Kekerasan justru bisa menghambat proses penyelamatan pasien,” tambahnya.
Baca juga: Tragis! Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Kios Pasar Doyo Baru, Polisi Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V. D. P. Helan membenarkan adanya laporan penganiayaan terhadap tenaga medis RSUD Yowari. Ia memastikan pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum di Mapolres Jayapura.
“Pelaku sudah diamankan. Korban ada dua orang, yakni dokter dan perawat. Keduanya telah membuat laporan polisi dan menjalani visum. Saat ini pelayanan di rumah sakit sudah kembali normal dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak manajemen RSUD Yowari,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami kronologi kejadian serta memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pemerintah daerah berharap, kasus ini menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di fasilitas layanan kesehatan.
Laporan: M. Irfan

















