Foto: istimewa | Jack Judzoon Puraro, M. Si., Kepala Distrik Sentani.

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Suasana Lapangan Theis Hiyo Eluay, Sentani, akhir pekan ini tampak semarak oleh lantunan musik akustik dan petikan ukulele.
Ratusan warga tumpah ruah menikmati konser yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, sebuah momentum bersejarah yang selalu mengingatkan generasi muda akan arti penting persatuan dan cinta tanah air.
Acara yang digagas oleh Pemuda Distrik Sentani ini menghadirkan deretan musisi muda lokal yang tampil membawakan lagu-lagu patriotik dan lagu populer dalam nuansa akustik yang hangat.
Panitia hanya membuka kesempatan bagi 30 peserta tampil untuk menjaga kualitas pertunjukan, sekaligus memberikan ruang bagi talenta-talenta terbaik dari Sentani dan sekitarnya.
Baca juga: Forum Pemuda dan Masyarakat Peduli Cycloop Demo di Kantor Bupati Jayapura, Tolak Keras Tambang Nikel
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Exporia sebagai mitra UMKM dan hiburan pasar malam. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghidupkan ekonomi kreatif lokal di tengah perayaan hari bersejarah bagi para pemuda Indonesia.
“Semangat Sumpah Pemuda masih sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Melalui musik, kita bisa menanamkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kolaborasi lintas generasi,” ujar Kepala Distrik Sentani, Jack Judzoon Puraro, M.Si, saat membuka acara, Minggu (26/10).
Ia menambahkan, perayaan tahun ini mengusung semangat “Kolaborasi untuk Kemajuan”, yang juga sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, yakni Kasih Mempersatukan Perbedaan. Menurutnya, semangat kasih menjadi kunci utama dalam membangun kebersamaan di tengah keberagaman budaya dan suku di Kabupaten Jayapura.
“Kami ingin semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni. Ini momentum agar semua anak muda bangkit dan berkontribusi nyata. Melalui kegiatan seni, musik, dan ekonomi kreatif, kita wujudkan kolaborasi yang membawa perubahan bagi masyarakat,” tegas Jack Puraro.
Selain konser musik, rangkaian kegiatan ini juga menjadi wadah bagi UMKM kampung dan kelurahan untuk menampilkan produk-produk lokal unggulan. Pemerintah distrik mendorong agar potensi ekonomi masyarakat dapat terus tumbuh melalui ajang-ajang publik seperti ini.
“Kami mendorong para kepala kampung dan kelurahan untuk membawa UMKM mereka tampil di sini, supaya masyarakat bisa melihat, membeli, dan menghargai karya anak negeri sendiri. Ini bagian dari upaya peningkatan ekonomi masyarakat,” tambah Jack.
Menariknya, perayaan Sumpah Pemuda di Sentani tahun ini tidak hanya berlangsung satu hari. Panitia telah menyiapkan serangkaian acara selama tiga minggu penuh, mulai 28 Oktober hingga 22 November 2025.
Rangkaian kegiatan itu mencakup lomba Yospan, Wasisi, konser musik, dance, hingga berbagai event hiburan rakyat lainnya yang dipusatkan di kawasan Lapangan Theis Eluay.
Kemeriahan malam pembukaan menjadi bukti bahwa semangat pemuda di Papua terus hidup dan berkembang. Dengan iringan musik ukulele yang lembut dan pesan persatuan yang kuat, perayaan ini menjadi pengingat bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan warisan semangat yang harus terus dijaga dan diteruskan lintas generasi.
“Dengan semangat Sumpah Pemuda, mari kita bangun Indonesia yang lebih baik. Merdeka!” seru Jack Puraro di akhir sambutannya, disambut tepuk tangan meriah para peserta dan penonton.
Laporan: M. Irfan

















