Yan Mandenas Tuntaskan Seminar Disertasi Doktor, Soroti Dampak Otsus terhadap Kesejahteraan Orang Papua

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Yan P. Mandenas, S.Sos., M.Si., disela ujian seminar hasil riset promosi doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung Jumat (19/6). 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Politisi Papua, Yan Mandenas, selangkah lebih dekat meraih gelar doktor setelah berhasil menyelesaikan Ujian Seminar Hasil Riset pada Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), Jumat (19/6/2026).

banner 325x300

Pada seminar akademik tersebut, Yan Mandenas memaparkan hasil penelitian disertasinya yang mengangkat tema strategis mengenai Otonomi Khusus Papua. Disertasi berjudul “Politik Hukum Otonomi Khusus Papua dan Dampak Implementasinya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Papua” itu mengkaji secara komprehensif arah kebijakan hukum Otsus serta sejauh mana implementasinya memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat Papua.

Penelitian tersebut dinilai relevan dengan dinamika pembangunan Papua saat ini, mengingat Otonomi Khusus menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.

Dalam keterangannya usai seminar, Yan Mandenas mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran proses akademik yang telah dilaluinya. Menurutnya, tahapan seminar hasil riset merupakan momentum penting dalam perjalanan menuju penyelesaian studi doktoral.

“Puji Tuhan, hari ini saya telah menyelesaikan Ujian Seminar Hasil Riset pada Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Ini merupakan kehormatan bagi saya untuk memaparkan dan mempertahankan hasil penelitian yang mengangkat isu penting bagi tanah kelahiran kita, Papua,” ujar Yan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penguji, promotor, serta para akademisi yang telah memberikan berbagai masukan, kritik, dan saran konstruktif untuk penyempurnaan disertasinya.

Tim akademik yang terlibat dalam seminar tersebut antara lain Prof. Dr. Imamulhadi, S.H., M.H. selaku Ketua Sidang, Prof. Dr. I Gede Pantja Astawa, S.H., M.H. sebagai Ketua Promotor, serta Dr. Dewi Kania Sugiharti, S.H., M.H. sebagai Anggota Promotor, bersama sejumlah guru besar dan oponen ahli lainnya.

Tampak Yan P. Mandenas bersama istri bersama, para promotor dan Co Promotor di Universitas Padjadjaran Bandung
Tampak Yan P. Mandenas bersama istri bersama, para promotor dan Co Promotor di Universitas Padjadjaran Bandung

Baca juga: Ade Jona Prasetyo Menang Aklamasi, Siap Pimpin HIPMI Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Menurut Yan, berbagai evaluasi yang diberikan menjadi bekal penting untuk menyempurnakan penelitian sebelum memasuki tahapan sidang promosi doktor atau sidang terbuka.

Tak lupa, mantan anggota DPR Papua itu menyampaikan terima kasih kepada keluarga, sahabat, kerabat, dan masyarakat Papua yang selama ini memberikan dukungan serta doa dalam perjalanan akademiknya.

“Terima kasih kepada keluarga, sahabat, kerabat, dan seluruh masyarakat Papua yang terus mendukung serta mendoakan saya. Semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penguatan tata kelola Otonomi Khusus, pembangunan hukum, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua,” katanya.

Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak hanya menjadi karya akademik semata, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi pemerintah, pemangku kepentingan, dan berbagai pihak dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif, adil, dan berpihak kepada masyarakat Papua.

Menjelang tahapan akhir studinya, Yan Mandenas pun memohon doa restu agar dapat menyelesaikan proses akademik berikutnya dengan baik hingga meraih gelar doktor.

“Satu tahapan lagi telah terlewati. Mohon doa restu untuk tahapan selanjutnya menuju sidang terbuka. Kitorang bisa,” tutupnya.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Papua. Selain mencerminkan capaian akademik seorang putra daerah, penelitian yang dilakukan Yan Mandenas juga diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi penyempurnaan kebijakan Otonomi Khusus dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *