Foto: istimewa | Wabup Jayapura Haris Richard S. Yocku, SH., bersama ketua BPD Jayapura H. Wagus Hidayat dan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan KKSS di sela-sela Musda ke-V, di Hotel Suni Sentani, Sabtu (20/9).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Wakil Bupati Jayapura, Haris Ricard S. Yocku, S.H., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kabupaten Jayapura yang digelar di Hotel Suni, Sentani, Sabtu (20/9).
Musda ini mengusung tema “Aktualisasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dalam Membangun Budaya di Tanah Rantau” dan dihadiri jajaran pengurus KKSS, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam berorganisasi. Ia mengingatkan agar setiap keputusan musyawarah dapat diterima dengan jiwa besar, tanpa menimbulkan perpecahan.
“Musyawarah itu penting, karena melahirkan keputusan bersama. Yang berbahaya adalah ketika hasil musyawarah tidak diterima lalu muncul organisasi tandingan. Saya berharap KKSS tidak seperti itu. Kita semua harus tetap satu,” tegasnya.
Baca juga: Jayapura Gerakkan Pos Kamling, Wabup Haris Yocku: Keamanan Tanggung Jawab Bersama
Haris juga menekankan bahwa Kabupaten Jayapura adalah rumah bersama. Karena itu, KKSS diharapkan hadir sebagai mitra pemerintah dalam membangun Bumi Khenambay Umbay.
“Kalau kita merasa sebagai keluarga, maka kita harus saling mengenal, menghargai, dan menghormati. Yang menang kita hargai, yang kalah juga tetap kita hormati. Jangan sampai ada poros baru apalagi perpecahan,” tambahnya.
Lebih jauh, Wakil Bupati mengaitkan momentum Musda ini dengan situasi politik daerah yang masih menunggu pelantikan gubernur definitif setelah hampir dua tahun kosong. Ia mengingatkan pentingnya stabilitas sosial dan politik.
“Beberapa hari lalu Wakil Presiden RI datang ke Jayapura. Kehadiran beliau memberi semangat baru sekaligus menegaskan bahwa Jayapura punya posisi penting di mata negara. Karena itu, mari kita jaga stabilitas menjelang pelantikan gubernur definitif,” katanya.
Sementara itu, Ketua BPD KKSS Kabupaten Jayapura, H. Wagus Hidayat, menyampaikan masa kepemimpinannya bersama sekretaris sebenarnya telah berakhir sejak Maret 2025, setelah lima tahun menahkodai organisasi. Namun, karena adanya dinamika politik termasuk pemungutan suara ulang di Tanah Papua, pelaksanaan Musda sempat tertunda hingga dua kali.
“Sesuai AD/ART, masa jabatan kami diperpanjang enam bulan. Puji syukur, hari ini Musda akhirnya bisa terlaksana,” jelasnya.
Baca jjuga dapatWabup Haris Terima Audiensi BTN, Bahas Potensi Kerjasama Keuangan Daerah
Ia menambahkan, selama masa kepemimpinannya, KKSS telah melaksanakan berbagai kegiatan seni, budaya, dan olahraga meski belum optimal. Saat pandemi COVID-19 2021, KKSS aktif berkolaborasi dengan pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Jumlah anggota KKSS di Kabupaten Jayapura diperkirakan mencapai 19 ribu orang, dengan 15 pilar, 3 badan otonom, dan 8 pengurus cabang (BPC).
H. Wagus juga menekankan pentingnya pendidikan politik bagi anggota KKSS agar mampu memahami proses demokrasi.
“Kalau masih diberi kepercayaan, insya Allah saya siap melanjutkan kepemimpinan dan memperbaiki hal-hal yang belum maksimal,” ujarnya.
Musda ke-V KKSS ini menjadi momentum penting, bukan hanya untuk mengevaluasi program yang telah berjalan, tetapi juga untuk memilih kepengurusan baru yang akan memimpin organisasi lima tahun ke depan.
Melalui Musda, diharapkan KKSS dapat terus memperkuat perannya sebagai wadah kebersamaan masyarakat Sulawesi Selatan yang tinggal di Kabupaten Jayapura, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Laporan: M. Irfan

















