Foto: Irfan / AS II Setda bidang perekonomian dan jajaran TPID gelar Sidak
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jayapura menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pusat perbelanjaan pada Selasa, (18/2).
Sidak dilakukan di Pasar Pharaa Sentani serta dua swalayan, yakni Saga Kehiran dan Toko Hadi Doyo Baru, guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Delila Giay, memimpin sidak tersebut.
Ia didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Haryanto, Kepala Inspektorat Meiyer C. Suebu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sliyono, serta sejumlah pejabat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta anggota Satpol PP.
“Kami dari TPID Kabupaten Jayapura menggelar sidak ini sebagai langkah awal menjelang Ramadhan. Ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional serta arahan dari Menteri Dalam Negeri,” ujar Delila Giay kepada wartawan di Sentani.
Ia menambahkan bahwa sidak dilakukan lebih awal agar pemerintah dapat memantau perkembangan harga serta memastikan pasokan bahan pokok tetap aman.
“Kami tidak menunggu hingga mendekati Ramadhan, tetapi sejak sekarang kami sudah mulai memantau. Ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga dan menjaga kestabilan pasokan pangan,” ujarnya.

Hasil Sidak: Harga Minyak Goreng Naik
Berdasarkan hasil inspeksi, Delila Giay mengungkapkan bahwa stok bahan pangan di Pasar Pharaa dan swalayan masih dalam kondisi aman.
Komoditas yang diperiksa meliputi bahan-bahan pokok yang sering menjadi pemicu inflasi, seperti cabai, bawang putih, bawang merah, tomat, serta makanan pokok masyarakat Papua seperti keladi, pisang, ubi, sagu, sayur-sayuran, dan ikan.
Namun, ditemukan kenaikan harga pada minyak goreng merek Minyakita yang cukup signifikan. “Biasanya harga tertinggi yang masih bisa ditoleransi sekitar Rp18 ribu per liter, tetapi dalam sidak ini ditemukan ada yang menjual di atas Rp20 ribu per liter. Kami sudah meminta Disperindag untuk menelusuri penyebab kenaikan ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok hingga mendekati hari raya Idul Fitri.
“Kami berharap seluruh stok bahan pangan tetap terjaga dengan baik, sehingga masyarakat tidak mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri nanti,” tutupnya.
TPID Kabupaten Jayapura berencana untuk melakukan sidak lanjutan dalam waktu dekat guna memastikan kestabilan harga tetap terjaga menjelang bulan suci Ramadhan.
Laporan: Irfan







