Dok JMF/ Sekretaris umum Dewan Adat Suku Sentani (DASS) Eliab Ongge di dampingi ketum DAS Tabi Daniel Toto dan Ondofolo Atamali Septinus Ibo.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Tokoh adat Kabupaten Jayapura mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan dan kedamaian pasca pencoblosan Pilkada Serentak 2024. Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Umum Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Eliab Ongge, didampingi Ketua Umum DAS Wilayah Tabi, Daniel Toto, dan Ondofolo Kampung Atamali, Septinus Ibo, dalam konferensi pers di Sentani, Kamis (5/12/2024).
Eliab Ongge menggarisbawahi pentingnya menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah proses penghitungan suara. “Kami mengajak masyarakat, khususnya pendukung pasangan calon, untuk bersabar menunggu hasil resmi dari KPU. Jangan sampai ada tindakan atau perbuatan yang dapat mengganggu keamanan di daerah ini,” tegasnya.
Tekanan terhadap Penyelenggara Pemilu Dikecam
Eliab menyampaikan keprihatinannya atas adanya laporan kelompok pendukung salah satu pasangan calon yang memobilisasi massa dengan cara intimidatif, seperti mengenakan busana perang dan berkonvoi menggunakan kendaraan truk ke lokasi penghitungan suara.
“Tindakan ini tidak mencerminkan budaya kita dan berpotensi menciptakan ketegangan. Kami meminta pihak-pihak terkait untuk menghentikan aktivitas seperti ini. Serahkan sepenuhnya proses kepada penyelenggara pemilu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ancaman terhadap petugas pemilu di berbagai tingkatan, mulai dari PPD, KPPS hingga KPU, sangat tidak dapat diterima. Menurutnya, tekanan semacam ini dapat merusak kredibilitas proses demokrasi.
Ajakan untuk Menahan Diri
Eliab meminta para kandidat untuk memastikan bahwa pendukung mereka tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. “Jangan biarkan massa bertindak berlebihan, baik dengan kata-kata ancaman, tindakan kasar, atau unggahan provokatif di media sosial,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menciptakan suasana aman bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab semua elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan ormas.
Lebih lanjut, Eliab menekankan bahwa Kabupaten Jayapura memiliki rekam jejak yang baik dalam pelaksanaan pemilu. “Kabupaten ini telah menunjukkan profesionalisme dalam berdemokrasi. Kita harus menjaga nama baik daerah dengan menunjukkan bahwa kita mampu menyelesaikan proses ini dengan damai dan tertib,” ucapnya.
Ia berharap proses penghitungan suara, termasuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan digelar di sejumlah TPS, dapat berlangsung tanpa hambatan. “Mari kita tunjukkan bahwa Kabupaten Jayapura tetap kondusif dan sulit diprovokasi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat adat,” tutupnya.
(Fan)







