Foto: istimewa | Kapolres Jayapura AKBP. Umar Nasatekay, S.IK
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Aksi begal yang marak terjadi di wilayah hukum Polsek Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, bahkan sampai menelan korban jiwa, memicu reaksi keras dari aparat kepolisian.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kriminal jalanan tersebut.
“Kalau sudah jelas pelaku begal, tindakan tegas akan kami lakukan. Bahkan bila perlu ditembak, minimal di bagian kaki, agar tidak lagi bisa meresahkan warga. Ini adalah instruksi jelas bagi anggota di lapangan,” ujar Kapolres dengan nada tegas saat diwawancarai, Senin malam (29/9).
Baca juga: Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Pria 36 Tahun di Sentani Timur
Pernyataan itu datang setelah meningkatnya laporan warga terkait aksi begal yang kian berani, khususnya pada malam hari. Beberapa kasus bahkan meninggalkan trauma mendalam bagi korban maupun keluarga, karena selain kehilangan harta benda, nyawa pun melayang akibat kekerasan yang dilakukan pelaku.
Untuk meredam situasi, Polres Jayapura menerjunkan tim Opsnal gabungan bersama personel Polsek Sentani Timur serta didukung jajaran kepolisian lain. Penebalan kekuatan dilakukan di sejumlah titik rawan dengan tujuan mempersempit ruang gerak para pelaku.
“Informasi dari masyarakat menjadi modal penting. Banyak laporan yang masuk, baik lewat media sosial maupun grup WhatsApp, terkait aktivitas mencurigakan. Ini membantu polisi mengantisipasi sebelum kejahatan terjadi,” jelas AKBP Umar.
Selain operasi pengejaran, patroli malam hingga dini hari kini diperketat. Polisi menyusuri rute mulai dari batas kota hingga ke pusat Kota Sentani. Menurut Kapolres, strategi ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Baca juga: Duka di Pantai Amay: Mahasiswa Uncen Tewas, Rekannya dari USTJ Hilang Diseret Ombak
Kapolres menekankan, keberhasilan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga partisipasi warga. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak melakukan aktivitas yang tidak perlu pada malam hari, dan segera melapor bila menemukan gerak-gerik mencurigakan.
“Kami sangat mengandalkan sinergi dengan masyarakat. Polisi hadir untuk melindungi, tapi dukungan warga melalui informasi cepat dan kepekaan menjaga lingkungan sekitar adalah faktor penentu. Bersama-sama kita bisa ciptakan Sentani yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Maraknya aksi begal belakangan ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam menjaga keamanan di Kabupaten Jayapura. Namun, dengan langkah tegas aparat serta kepedulian warga, diharapkan kasus kriminal jalanan dapat ditekan dan rasa aman masyarakat segera pulih.
Laporan: M. Irfan

















