Sidik Jari Ungkap Identitas Korban di Danau Sentani, Satreskrim Polres Jayapura Bergerak Cepat

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak aparat keamanan dari Satreskrim Polres Jayapura, ketika mendatangi pihak keluarga di kawasan Felavauw, Sentani, Jumat (28/2) malam. 

banner 325x300

Sentani, jurnalmamberamofoja.com Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura kembali menunjukkan respons cepat dalam mengungkap identitas korban penemuan jenazah pria di kawasan Danau Sentani, Jalan Baru Netar–Yabaso, Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Kapolres Jayapura Dionisius V. D. P. Helan melalui Kasat Reskrim Alamsyah Ali menjelaskan, proses identifikasi dilakukan oleh petugas Identifikasi (INAFIS) bersama piket Reskrim pada Jumat (28/02/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIT dengan memanfaatkan perangkat Inafis Portable System (IPS).

Baca juga: Jenazah Pria Tanpa Indentitas Ditemukan di Tepi Danau Sentani, Satreskrim Lakukan Olah TKP

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan polisi terkait penemuan jenazah yang pertama kali ditemukan pada Jumat (27/02/2026) sekitar pukul 18.00 WIT di lokasi kejadian.

Tim mulai melakukan pemindaian sidik jari korban sekitar pukul 00.30 WIT. Hasilnya, pada pukul 00.50 WIT sistem IPS berhasil mencocokkan sidik jari jempol kanan korban dengan data kependudukan yang tersimpan, sehingga identitas korban dapat dipastikan.

Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui berinisial A.Y. (42), warga Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur. Setelah identitas terungkap, petugas mendatangi kediaman pihak keluarga di kawasan Felavauw, Sentani, untuk melakukan konfirmasi langsung dengan menunjukkan foto korban serta mencocokkan pakaian yang dikenakan. Keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan anggota keluarga mereka yang sempat dilaporkan tidak pulang selama beberapa hari terakhir.

Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan bahwa
korban telah meninggalkan rumah sekitar empat hari sebelum ditemukan dan sempat mengeluhkan kondisi kesehatan yang kurang baik. Pihak keluarga kemudian diarahkan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk menjalani proses lanjutan dalam rangka kepentingan penyelidikan.

Baca juga: Tragis! Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Kios Pasar Doyo Baru, Polisi Lakukan Penyelidikan

AKP Alamsyah Ali menegaskan, pemanfaatan teknologi IPS sangat membantu mempercepat proses identifikasi korban sehingga kepastian informasi dapat segera disampaikan kepada pihak keluarga. Hingga kini, Satreskrim Polres Jayapura masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Laporan: M. Irfan | rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *