PSHT Tampilkan Atraksi Bela Diri di Perayaan HUT RI ke-80 Mamberamo Raya

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Willy |PSHT Ranting Mamberamo Raya perdana mengikuti upacara HUT RI ke -80 tahun tingkat kabupaten mamberamo raya yang dipusatkan dilapangan Pemda di Burmeso, Minggu (17/8). 

Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Mamberamo Raya ikut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Pemda, Burmeso, Minggu (17/8).

banner 325x300

Dalam perayaan tersebut, ratusan pendekar PSHT menampilkan atraksi bela diri khas yang memukau masyarakat. Penampilan penuh disiplin dan kebanggaan itu menjadi bukti nyata komitmen PSHT dalam menanamkan semangat persaudaraan, kedisiplinan, dan cinta tanah air.

Baca juga: Bupati Roby: HUT RI ke-80 Momentum Satukan Langkah Bangun Mamberamo Raya

Ketua PSHT Ranting Mamberamo Raya, Yohanes Neno, menyebut partisipasi perdana mereka tahun ini sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus wujud pengabdian organisasi bagi bangsa.

“PSHT bukan hanya mendidik seni bela diri, tetapi juga membentuk pribadi yang berjiwa sosial, nasionalis, dan siap mengabdi untuk bangsa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pengurus Bidang Pelatihan, Mulyadi. Menurutnya, lebih dari 120 anggota PSHT diisi anak-anak asli Mamberamo Raya yang rutin dilatih agar memiliki jiwa korsa, disiplin, serta semangat pengabdian.

“Semoga keberadaan PSHT di Mamberamo Raya dapat membawa dampak positif, terutama dalam membangun semangat persatuan dan kebersamaan di daerah ini,” tegasnya.

Baca juga: Gladi Bersih Berlangsung Lancar, Bupati Roby Serukan Semangat Persatuan

Dengan mengusung semangat “Setia Hati untuk Indonesia Jaya”, PSHT Ranting Mamberamo Raya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan daerah dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

Perayaan HUT RI ke-80 di Kabupaten Mamberamo Raya berlangsung khidmat dengan inspektur upacara Bupati Roby Rumansara, SP, MH, dan dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, ASN, serta masyarakat.

Laporan: Willy Awek

banner 325x300

Respon (2)

  1. Kalau bisa Pemda Survey di tiap titi di kampung untuk pemberian bantuan untuk menopang pekerjaan Tuhan, dalam hal ini masih ada Didominasi Gereja yg jemaatnya blm banyak, namun mereka ada perinisatif untuk pembangunan Rumah Tuhan(Gereja) yang layak untuk menyembah, memuji, memuliakan Tuhan diatas Tanah.

    Kita pandang jauh lebih baik Rumah- Rumah Tuhan di bangun agar, Gereja berdoa untuk pelayanan Publik di birokrasi Pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Terimakasih Tuhan memberkati kita…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *