Foto: Irfan / Pj Bupati Semuel Siriwa, didampingi kepala Bappeda, Waket II DPRK, Kepala Distrik Sentani dan para Indofolo saat membuka Musrenbang.
*Pembangunan Harus Berbasis Kebutuhan Nyata Masyarakat dan Didukung Pemanfaatan Dana Secara Efektif*
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pemerintah Kabupaten Jayapura menekankan pentingnya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) sebagai wadah untuk menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Hal ini ditegaskan oleh Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Semuel Siriwa, saat membuka Musrenbang Distrik Wilayah Pembangunan (WP) I di Hotel Horison, Sentani, Senin (3/3).
Musrenbang Distrik WP I mencakup Distrik Sentani, Sentani Timur, Waibhu, dan Ebungfauw, yang terdiri dari 3 kelurahan dan 26 kampung.
Forum ini bertujuan untuk menyelaraskan program pembangunan dari tingkat kampung hingga kabupaten, agar setiap kebijakan berbasis pada kondisi riil masyarakat.
“Musrenbang ini bukan sekadar formalitas, tapi harus menghasilkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat. Kita harus memprioritaskan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi utama pembangunan,” ujar Semuel Siriwa kepada wartawan.
Pentingnya Ekonomi Kerakyatan dan Infrastruktur Dasar
Dalam sambutannya, Siriwa menyoroti pentingnya penguatan ekonomi lokal, terutama di sektor pangan, pendidikan, dan kesehatan. Ia menekankan bahwa tanpa ekonomi yang kuat, masyarakat akan kesulitan mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.
“Kondisi pangan saat ini menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, kita harus mendorong program yang memperkuat ekonomi rakyat, termasuk dukungan terhadap petani dan pelaku usaha kecil,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menekankan kebutuhan sarana dan prasarana dasar yang harus menjadi perhatian utama dalam Musrenbang.
Menurutnya, perencanaan pembangunan harus selaras dengan kebijakan nasional agar setiap program mendapatkan dukungan pendanaan yang optimal.
“Kita harus melihat bagaimana aliran dana dari pusat dan memastikan program yang diusulkan sejalan dengan prioritas nasional. Jangan sampai ada program yang mubazir karena tidak memiliki dukungan anggaran yang memadai,” tandasnya.
Pemberdayaan Masyarakat Adat dan Pelestarian Lingkungan
Musrenbang WP I juga mengangkat tema “Pemantapan pelayanan masyarakat berbasis distrik dengan didukung oleh pemberdayaan masyarakat adat, pengembangan kampung adat, serta pelestarian lingkungan dan sumber daya alam dalam tatanan sosial yang ramah.”
Tema ini menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Jayapura tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat adat sebagai pilar utama pembangunan.
Dengan demikian, setiap program yang dirancang diharapkan tidak mengesampingkan nilai-nilai sosial dan kelestarian lingkungan.
Harapan ke Depan: Perencanaan yang Lebih Akurat dan Berbasis Data
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Semuel Siriwa berharap Musrenbang kali ini benar-benar menghasilkan perencanaan yang akurat dan berbasis data, bukan sekadar daftar panjang usulan tanpa analisis mendalam.
“Harus ada pemetaan yang jelas mengenai kebutuhan di tiap distrik. Jangan sampai kita membuat perencanaan tanpa memahami masalah di lapangan,” tegasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRK Jayapura Petrus Hamokwarong, Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura Parson Horota, Kepala Distrik Sentani Margaretha Debby Nukuboy, unsur Forkompimda, perwakilan TNI-Polri, pimpinan OPD, serta para Ondofolo dan kepala kampung.
Laporan: Irfan







