Foto: Irfan / Wakil Bupati Jayapura Haris Yocku saat diwawancarai. Insert: Foto bersama Ketua Umum PGGJ terpilih, Pendeta Izak Randi Hikoyabi, bersama panitia dan peserta Konferensi III di GBGP Jemaat Karmel, Felavouw, Sentani, Jumat (2/5) malam.
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Konferensi III Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ) resmi menetapkan Pendeta Izak Randi Hikoyabi sebagai Ketua Umum periode 2025–2030. Pemilihan dilakukan dalam sidang pleno yang berlangsung di Gereja GBGP Jemaat Karmel, Felavouw, Kota Sentani, Jumat malam (2/5).
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana, menyambut baik hasil konferensi yang disebutnya sebagai buah dari proses panjang dan dialog terbuka antargereja.
“Sejak awal, kami berkomitmen memfasilitasi konferensi ini secara terbuka dan inklusif. Mulai dari pertemuan perdana di Hotel Horex hingga tahapan-tahapan teknis selama sebulan terakhir,” kata Haris Yocku saat diwawancarai usai menghadiri acara coffee morning bersama Anggota DPR Papua Wagus Hidayat, Sabtu (3/5).
Dalam proses pemilihan, semula terdapat lima calon. Namun, hanya dua yang bertahan hingga akhir: Pendeta Izak Hikoyabi dan Pendeta Charles Mokay. Pendeta Izak akhirnya unggul dengan 66 suara dari total 121 pemilih, sedangkan Charles Mokay memperoleh 55 suara.
“Selisihnya hanya 11 suara, ini mencerminkan kompetisi yang sehat. Saya harap tidak ada blok-blok di kemudian hari. Justru sebaliknya, mari kita rangkul semua komponen demi kesatuan tubuh Kristus,” tegas Haris.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal PGGJ agar mampu menjadi motor pemersatu umat. Menurutnya, para pemimpin gereja memiliki posisi strategis dalam menyuarakan nilai-nilai moral, perdamaian, dan kemanusiaan.
“Kami menaruh harapan besar kepada PGGJ. Di tengah tantangan sosial yang ada, gereja harus tampil sebagai juru damai, bukan hanya dalam khotbah, tapi juga dalam tindakan nyata,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Haris menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Bupati Jayapura, Yunus Wonda, dalam menyukseskan konferensi ini. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas gerejawi.
“Pak Bupati meminta saya untuk mengawal konsolidasi ini sampai tuntas, dan puji Tuhan, kita berhasil melewatinya dengan baik. Kini PGGJ sudah siap menatap masa depan bersama kepemimpinan yang baru,” tutup Haris Yocku.
Laporan: Irfan












