Foto: istimewa | Tampak puing pesawat ATR 42-500 milik Air Transport, di Puncak Bulusaraung Minggu (18/1).

Maros, jurnalmamberamofoja.com — Misteri hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport mulai menemukan titik terang. Pesawat yang sempat hilang kontak akhirnya terdeteksi di kawasan hutan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Informasi penemuan tersebut disampaikan oleh petugas SAR gabungan, Agung Laksamana, Sabtu (17/1) sekitar pukul 16.33 WITA. Lokasi pesawat berada di sekitar kawasan Leang-Leang, wilayah tengah hutan Bantimurung.
“Mendarat darurat di Leang-Leang,” ungkap Agung kepada wartawan di lokasi operasi.

Meski titik lokasi telah teridentifikasi, tim SAR belum berhasil mencapai bangkai pesawat karena medan yang berat dan sulit diakses. Area penemuan kini ditetapkan sebagai fokus utama operasi pencarian dan pertolongan.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. General Manager AirNav Makassar, Kristanto, menyebut kontak terakhir terdeteksi di wilayah perbatasan Maros, Pangkep.
Koordinat terakhir pesawat tercatat pada 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Di dalam pesawat terdapat 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.

Sebagai respons cepat, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Makassar mengerahkan 15 personel rescue lengkap dengan peralatan pendukung.
Armada yang dikerahkan meliputi satu unit truk personel, satu unit rescue car, serta satu unit drone untuk pemantauan udara.
Leang-Leang, Kabupaten Maros, ditetapkan sebagai titik awal (start area) operasi SAR. Tim gabungan lintas instansi terus berupaya menembus kawasan hutan menuju lokasi pesawat.
Dalam perkembangan terbaru, tim juga menemukan serpihan pesawat yang diduga berasal dari ATR 42-500 di puncak Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Maros. Penemuan ini memperkuat dugaan lokasi jatuhnya pesawat.

Pihak berwenang memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna mempercepat proses evakuasi dan memastikan kondisi para korban.
Masyarakat di wilayah Maros dan Pangkep diimbau tetap tenang serta tidak mendekati area operasi demi keselamatan dan kelancaran proses SAR.
Atas peristiwa ini, duka mendalam disampaikan kepada keluarga korban. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Laporan: Sony Rumainun








