Dok ist/ Sekda Hana S. Hikoyabi saat menyematkan tanda peserta secara sombolis
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Dalam upaya melestarikan bahasa daerah, Balai Bahasa Papua bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menyelenggarakan Festival Teater Berbahasa Sentani. Acara yang berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 2024, ini melibatkan 15 kelompok dari 12 SMA/SMK di Kabupaten Jayapura, dengan partisipasi 150 guru dan siswa.
Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pemodernan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra (Molinbasra) Balai Bahasa Papua, Antonius Maturbongs, menyampaikan bahwa bahasa daerah memiliki peran yang lebih luas dari sekadar alat komunikasi. “Bahasa adalah cerminan identitas dan kekayaan keragaman kita. Ia menjadi sarana pengikat dalam keberagaman, sejalan dengan prinsip bhineka tunggal ika,” ujarnya di Sentani, Selasa.

Antonius menekankan bahwa keberadaan bahasa daerah adalah dasar penting dalam mengungkapkan nilai-nilai budaya bangsa. Bahkan, lanjutnya, bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi turut diperkaya oleh bahasa daerah. “UNESCO pernah mencatat bahwa jumlah penutur bahasa daerah di seluruh dunia terus berkurang akibat dominasi bahasa global di berbagai ranah,” katanya.
Festival Teater Berbahasa Daerah ini juga diselenggarakan serentak di 10 provinsi di Indonesia, dan Kabupaten Jayapura dipilih untuk mewakili Papua dengan menampilkan teater berbahasa Sentani. “Pemilihan ini bertujuan untuk menjaga eksistensi bahasa Sentani yang mulai terancam punah,” ujar Antonius.
Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, di mana Provinsi Papua sendiri mencakup 428 bahasa, dan Kabupaten Jayapura memiliki 19 di antaranya. Menurut Antonius, penurunan jumlah penutur merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian, mengingat waktu yang panjang untuk menghidupkan kembali bahasa yang punah.
Festival ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam seni teater berbahasa Sentani, sebagai bentuk upaya berkelanjutan untuk melindungi bahasa dan budaya lokal di kalangan remaja serta membangun komunitas teater muda di Kabupaten Jayapura.
Festival Teater Berbahasa Sentani ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hana S. Hikoyabi, yang secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan SMA/SMK. (Fan)







