Foto: Irfan | Tampak Wabup Haris Richard S. Yocku, SH., ketika menyerahkan hadiah kepada siswa SMP peserta lomba, Senin (27/10).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter dan semangat kebangsaan generasi muda. Melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Wakil Bupati Jayapura Haris Richard S. Yocku, S.H., mengajak seluruh pelajar untuk aktif dalam kegiatan positif yang mengembangkan bakat, kreativitas, dan nilai persatuan.
Kehadiran Wakil Bupati di SMP Negeri 2 Sentani, Senin (27/10), disambut meriah oleh para siswa dan guru. Acara peringatan Sumpah Pemuda tahun ini diisi dengan berbagai lomba seni dan budaya seperti musikalisasi puisi, pidato, serta pertunjukan tari dan nyanyian yang diikuti puluhan pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Jayapura.
Dalam sambutannya, Wabup Haris Yocku menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah yang secara konsisten menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai wadah ekspresi dan pembentukan karakter anak-anak muda.
“Saya mengapresiasi SMP Negeri 2 Sentani yang setiap tahun menggelar kegiatan seperti ini. Melalui nyanyian, tarian, dan puisi, anak-anak tidak hanya belajar tentang seni, tapi juga tentang makna kebersamaan dan cinta tanah air,” ungkapnya.
Baca juga: “Musik, Puisi, dan Cerita Rakyat Warnai Perayaan Sumpah Pemuda di SMPN 2 Sentani”
Haris menilai kegiatan seni dan budaya di sekolah memiliki peran penting dalam menjaga pelajar tetap fokus pada hal-hal positif. Menurutnya, usia remaja merupakan masa pencarian jati diri yang harus diarahkan dengan kegiatan yang membangun moral dan tanggung jawab sosial.
“Kegiatan seperti ini sangat penting agar anak-anak lebih sibuk dengan hal yang positif. Mereka bisa menyalurkan energi dan kreativitasnya dengan cara yang membangun, bukan melalui perilaku yang menyimpang,” ujarnya.
Lebih jauh, Wakil Bupati juga menegaskan pentingnya dukungan penuh dari guru dan tenaga pendidik dalam menumbuhkan potensi siswa. Ia menilai, kegiatan berbasis budaya dan seni dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan, bahkan bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah.
“Kalau bisa, kegiatan seni seperti ini dijadikan bagian dari kurikulum agar anak-anak belajar menghargai budaya dan mengembangkan karakter sejak dini,” katanya menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Haris Yocku juga menyinggung tentang rotasi kepala sekolah yang baru-baru ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pendidikan daerah agar lebih efektif dan berkualitas.
“Rolling kepala sekolah itu hal yang wajar dalam birokrasi. Tujuannya adalah penyegaran, agar sekolah bisa berkembang dengan manajemen yang baru dan semangat baru,” tegasnya.
Ia menekankan agar para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menunjukkan loyalitas, profesionalitas, dan kepedulian terhadap perkembangan anak didik.
“Kepala sekolah harus jadi teladan, menjaga anak-anak, dan membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berkarakter,” tandas Haris.
Acara peringatan Sumpah Pemuda di SMP Negeri 2 Sentani tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat. Para siswa menampilkan kreativitas mereka dengan bangga, sementara para guru dan pejabat daerah tampak memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang sarat makna kebangsaan itu.
Dengan kegiatan seperti ini, Pemkab Jayapura berharap semangat “Bersatu, Bangkit, dan Bertumbuh Bersama” tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi menjadi bagian nyata dari pembentukan generasi muda yang tangguh, berbudaya, dan berintegritas.
Laporan: M. Irfan







