Foto: istimewa | Tim Paniki Polsek Sentani Kota bersama Pelaku dan barang bukti motor curian, Jumat (13/6).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Modus pura-pura jadi pembeli kembali makan korban. Seorang pria berinisial DS (39), warga Kampung Pupehabu, Distrik Kemtuk Gresi, akhirnya ditangkap Tim Paniki Polsek Sentani Kota setelah nekat membawa kabur motor yang dijual di media sosial.
Penangkapan berlangsung dramatis pada Jumat dini hari, 13 Juni 2025, sekitar pukul 00.30 WIT. Pelaku diringkus saat berada di rumahnya di Kampung Yansip, Kemtuk Gresi, setelah buron selama hampir 12 jam.
“Tim melakukan pelacakan sejak siang dan langsung menuju lokasi setelah posisi pelaku teridentifikasi,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sentani Kota, Iptu M. Agus, SH, yang memimpin langsung penangkapan.
Awalnya Pura-pura Beli, Lalu Kabur Bawa Motor
Kasus ini bermula saat korban, Hengki Marcelus Weak (34), seorang mahasiswa asal Sentani, menawarkan sepeda motor Honda CBR warna putih biru miliknya seharga Rp10 juta melalui marketplace dan media sosial pada Kamis (11/6). Motor tersebut menarik perhatian DS yang lalu menghubungi korban dan sepakat bertemu di depan Apotek K24 Jam di Sentani.
Tanpa rasa curiga, korban mengizinkan pelaku untuk mencoba motor. Namun pelaku justru memanfaatkan momen itu untuk kabur membawa kendaraan tanpa jejak.
“Setelah kami menerima laporan, tim segera melakukan pengejaran. Hasilnya, motor berhasil ditemukan di rumah pelaku, bersama beberapa barang miliknya yang lain,” tambah Iptu Agus.
Polisi Imbau Warga Waspada Transaksi Online
Dari pemeriksaan awal, DS mengaku telah merencanakan aksinya dengan menyasar penjual motor di internet. Ia memanfaatkan media sosial untuk mencari korban, lalu menghilang saat melakukan “test ride”.
Kapolsek Sentani Kota, AKP Sunardi, S.Sos, mengatakan penangkapan ini berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/212/VI/SPKT/POLSEK SENTANI KOTA/POLRES JAYAPURA/POLDA PAPUA. Pelaku kini menjalani pemeriksaan lanjutan di Mapolsek Sentani Kota.
“Kami mengimbau warga yang ingin menjual kendaraan lewat internet untuk lebih berhati-hati. Selalu pilih lokasi transaksi yang aman dan libatkan saksi,” tegas AKP Sunardi.
Laporan: M. Irfan | Rilis
















