Ketua Gerindra Papua Soroti Kasus Oknum Anggota TNI AU Bakar Istri

(Foto: istimewa) Nampak Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, S.H., M.H., ketika menyambangi kediaman keluarga korban, di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, 17 Desember 2024
banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

(Foto: istimewa) Nampak Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, S.H., M.H., ketika menyambangi kediaman keluarga korban, di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, 17 Desember 2024

Yanni : Stop Kekerasan, KDRT Harus Ditindak Tegas

banner 325x300

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, S.H., M.H., menyoroti kasus oknum anggota TNI AU, Serka MM, yang diduga membakar istrinya, EAY, hingga meninggal dunia. Peristiwa tragis ini, yang dipicu persoalan sepele terkait charger ponsel, terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua.

Yanni, yang menyambangi kediaman keluarga korban di Sentani, Selasa (17/12/2024), mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kejadian tersebut.

Ia menyebut kasus ini mencerminkan siklus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sering kali diabaikan hingga berujung tragis.

“Saya sangat menyesalkan tindakan kejam ini. Korban dilaporkan sudah sering mendapat kekerasan dari pelaku sebelum akhirnya kehilangan nyawa,” ujar Yanni.

Ia juga menyoroti kendala layanan kesehatan yang dialami korban. Menurut Yanni, keluarga sempat terpaksa menyatakan penyebab luka bakar sebagai ledakan kompor agar biaya perawatan ditanggung BPJS.

“Kami akan mengecek kebijakan ini ke BPJS. Penganiayaan, apalagi KDRT, tidak seharusnya diabaikan dalam layanan kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Yanni memerintahkan Fraksi Gerindra untuk memastikan proses hukum terhadap pelaku berjalan adil.

Ia juga meminta perhatian lebih dari institusi terkait terhadap keluarga korban, terutama anak-anak yang ditinggalkan.

Sementara itu, Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI Mokh Mukhson, menegaskan pelaku telah diamankan dan akan diproses hukum sesuai ketentuan.

Lanud juga memberikan dukungan penuh terhadap perawatan korban sebelum meninggal, serta seluruh kebutuhan selama pemakaman.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penegakan disiplin dan hukum di lingkungan militer serta perlindungan terhadap perempuan dalam keluarga.

(Fan)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *