Hari Kedua Duduki Kantor Gubernur, Mama-Mama Papua Barat Daya Bersikeras Bertahan hingga Gubernur Mau Berdialog

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Mama-Mama asli Papua rela tidur di depan Kantor Gubernur PBD, untuk bertemu dengan Gubernur Elisa Kambu, di Kota Sorong, Kamis (2/7). 

Sorong, jurnalmamberamofoja.com – Aksi pendudukan Kantor Gubernur Papua Barat Daya yang dilakukan mama-mama Papua bersama sejumlah elemen masyarakat terus berlanjut hingga memasuki hari kedua, Kamis (2/7/2026). Massa menegaskan akan tetap bertahan di lokasi hingga Gubernur Papua Barat Daya bersedia menemui mereka dan mendengarkan secara langsung aspirasi yang dibawa.

banner 325x300

Aksi tersebut telah dimulai sejak Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIT. Sejak hari pertama, para peserta aksi menduduki halaman Kantor Gubernur sebagai bentuk protes atas belum adanya tanggapan langsung dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terhadap tuntutan yang mereka sampaikan.

Memasuki hari kedua, massa masih bertahan dengan mendirikan tempat istirahat sederhana di sekitar lokasi aksi. Mereka juga menggelar ibadah bersama sebagai bentuk penguatan spiritual selama menyampaikan aspirasi secara damai.

Selain itu, massa menyalakan api unggun dan menyatakan akan melaksanakan prosesi penyembelihan babi sebagai simbol adat. Menurut perwakilan massa, prosesi tersebut merupakan bentuk ungkapan kekecewaan terhadap pihak yang dinilai belum membuka ruang dialog dan belum menunjukkan kesediaan untuk mendengarkan aspirasi mama-mama Papua.

Api unggun oleh Mama Papua depan kantor Gubernur PBD
Api unggun oleh Mama Papua depan kantor Gubernur PBD

Baca juga: Kejari Sorong Tetapkan Ketua Yayasan Pasukan Hijau Jadi Tersangka, Negara Rugi Hampir 600 Juta

Massa mengungkapkan, selama dua hari pelaksanaan aksi telah dilakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Proses komunikasi itu disebut melibatkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), perwakilan peserta aksi, hingga tim dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Namun, hingga berita ini ditulis, massa mengaku belum memperoleh kepastian mengenai waktu maupun kesediaan gubernur untuk menerima dan berdialog dengan mereka.

Karena itu, para peserta aksi menyatakan akan tetap bertahan di halaman Kantor Gubernur hingga ada tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Mereka berharap pemerintah segera membuka ruang komunikasi agar berbagai aspirasi yang disampaikan dapat dibahas secara langsung.

Dalam aksi tersebut, massa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap perjuangan mama-mama Papua. Mereka menegaskan komitmen untuk melanjutkan aksi secara damai hingga tuntutan yang disampaikan memperoleh respons dari pemerintah.

Sejumlah seruan mewarnai jalannya aksi, di antaranya “Hidup Mama-Mama Papua”, “Lawan Sampai Menang“, penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN), penolakan terhadap militerisme di Tanah Papua, serta slogan “Papua Bukan Tanah Kosong” yang kembali disuarakan sebagai bagian dari aspirasi mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya maupun Gubernur Papua Barat Daya belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun alasan belum dilaksanakannya pertemuan dengan para pengunjuk rasa.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *