Gerindra Sarmi Tegas: Marcos Kopong Bukan Kader, Manuvernya Bikin Malu Partai

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Esau Sawery, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Sarmi

Sarmi, Jurnal Mamberamo Foja — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Sarmi meluruskan sekaligus membantah keras pernyataan kontroversial mantan anggota DPRD Sarmi, Marcos Kopong, yang mengklaim dukungan untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Benhur Tomi ManoConstan Karma (BTM-CK).

banner 325x300

Menurut Sekretaris DPC Gerindra Sarmi, Esau Sawery, manuver politik Marcos dianggap menyesatkan publik karena tidak mewakili suara dan sikap resmi partai.

Marcos bukan kader Gerindra. Dia bukan siapa-siapa di struktur partai. Klaimnya bahwa akar rumput Gerindra mendukung BTM-CK adalah bohong besar,” tegas Esau, Senin (28/7).

Esau menyatakan bahwa Partai Gerindra secara resmi mendukung pasangan Matius-Aryoko, dan segala bentuk penyimpangan atau pengakuan palsu akan ditindak secara organisasi.

“Manuver Marcos adalah tindakan pribadi yang tidak bisa ditoleransi. Tidak etis membawa nama partai padahal tidak punya legitimasi. Dia harus tahu malu,” ujarnya.

Marcos disebut sudah bukan bagian dari Gerindra sejak masa jabatannya di DPRD periode 2019–2024 berakhir. Karena itu, ia tak lagi memiliki hak bicara atau mewakili Gerindra dalam kapasitas apa pun.

“Saat Gerindra mendukung Matius-Aryoko, Marcos malah dukung lawan. Waktu Ketua DPD kami maju Bupati Sarmi, dia malah loncat ke kubu lain. Itu jelas pengkhianatan. Tidak loyal, tidak punya integritas,” kata Esau tajam.

Menurutnya, Marcos menunjukkan pola manuver politik tidak beretika yang hanya mengejar kepentingan pribadi. Ia bahkan menyebut tindakan Marcos sebagai “mencari makan dengan menipu kiri-kanan.”

“Kalau di kampung sendiri saja dia tidak bisa jaga loyalitas, bagaimana bisa dipercaya di tempat lain? Publik Sarmi sudah cukup pintar menilai mana politisi yang tulus dan mana yang haus panggung,” ungkapnya.

Esau menegaskan, Gerindra tidak pernah mendidik kader menjadi penjilat atau tukang cari popularitas murahan.

“Kami tegak lurus pada keputusan DPP. Tidak ada ruang bagi pembelot. Marcos bukan bagian dari kami dan tidak pernah mewakili suara Gerindra,” ucapnya.

Dia juga menyerukan kepada masyarakat Sarmi untuk tidak terprovokasi oleh narasi palsu yang mengatasnamakan Gerindra.

“Kami minta masyarakat waspada. Jangan tertipu satu orang yang cuma cari perhatian. Gerindra tetap solid menangkan Matius-Aryoko. Itu sikap resmi partai, dan kami tidak akan goyah,” tutup Esau Sawery.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *