Doa Lintas Agama di Polres Jayapura, Simbol Harmoni Jelang PSU Pilgub Papua

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa / Nampak lima tokoh agama secara bersama memanjatkan doa di hadapan petinggi Polres Jayapura di aula Omhe Ready May, Mapolres

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Dalam suasana penuh keteduhan, Polres Jayapura menggelar doa bersama lintas agama sebagai upaya memperkuat kerukunan dan menjaga stabilitas keamanan menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Obhe Reay May, Mapolres Jayapura, Senin (14/4/2025).

banner 325x300

Doa bersama ini menjadi momentum penting yang menghadirkan para tokoh dari lima agama besar di Indonesia. Kehadiran mereka mencerminkan semangat persatuan di tengah perbedaan keyakinan yang ada di Bumi Kenambai Umbai.

Wakapolres Jayapura KOMPOL Zakarias Siriyey, S.Sos., membuka kegiatan ini dengan menyampaikan pentingnya menjaga suasana damai di tengah dinamika politik yang tengah berlangsung. Ia menekankan bahwa kedamaian adalah pondasi utama dalam menyukseskan proses demokrasi.

“Doa lintas agama ini adalah wujud nyata kebersamaan kita, bahwa meskipun berbeda, kita tetap satu dalam menjaga tanah Papua tetap aman dan damai,” ujar KOMPOL Zakarias.

Perwakilan lima agama secara bergiliran memimpin doa, masing-masing membawa pesan damai dan persaudaraan. H. Zakarudin (Islam), Pastor Philipus Elosak OFM (Katolik), Pdt. Marthen Elisa (Protestan), Pemangku I Made Angker (Hindu), dan Biksuni Ibu Sulastri (Buddha), menyampaikan harapan yang sama: PSU berjalan lancar, masyarakat tetap rukun.

Suasana berlangsung khidmat dari pukul 09.13 hingga 09.25 WIT, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang mempererat silaturahmi antara tokoh agama dan jajaran kepolisian. Sekitar 50 personel Polres turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung tertib hingga pukul 09.50 WIT.

Kegiatan ini tak hanya menjadi wadah spiritual, tetapi juga mempertegas peran aktif Polres Jayapura dalam mengawal proses demokrasi yang damai dan inklusif.

Sejak dicanangkannya sebagai Zona Integritas pada 28 Mei 2016, Polres Jayapura terus membangun komunikasi yang erat dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama.

Doa lintas agama ini menjadi pengingat, bahwa menjaga kedamaian bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Papua.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *