Foto: Andre | Dirk Kbarek Ketua Relawan Saireri-Nusantara (SAITARA), saat memberikan Keterangan Pers, Jumat (1/8).
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Ketua Tim Relawan MDF-AR dari Masyarakat Saireri, Dirk Kbarek, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan pernyataan apapun kepada media terkait kampanye pasangan calon Gubernur Papua nomor urut 2, Mathius D. Fakhiri – Ariyoko Rumaropen (MDF-AR), yang digelar di Lapangan Sepakbola Tunas Muda Hamadi, Kamis (31/7).
“Saya tegaskan, saya tidak pernah diwawancarai oleh media manapun. Berita yang mencatut nama saya itu tidak benar, fitnah, dan merugikan saya secara pribadi maupun sebagai ketua relawan,” kata Dirk dalam video klarifikasi berdurasi lima menit.
Dirk mengaku sangat kecewa dan menyayangkan adanya upaya memecah belah dukungan yang sudah solid dari keluarga besar Saireri, khususnya Yapen-Waropen, terhadap pasangan MDF-AR. Ia menilai munculnya berita bohong itu adalah provokasi politik yang sengaja dimainkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Kami sedang bersatu, bergerak untuk kemenangan Mari-Yo. Kok malah ada oknum yang menyusup, mengadu domba, bahkan menggunakan nama saya untuk menyebarkan kebohongan,” tegasnya.
Dirk menjelaskan bahwa dirinya hadir di acara deklarasi sebagai bagian dari keluarga besar Saireri, sekaligus atas permintaan panitia. Bahkan ia diminta naik ke panggung mewakili keluarga Saireri dalam deklarasi akbar tersebut.
“Saya hadir sebagai perwakilan resmi keluarga dan juga sebagai Ketua Posko Saireri-Nusantara (SAITARA). Justru saya bangga karena acara itu menunjukkan kekuatan dukungan masyarakat kami terhadap MDF–AR,” katanya.
Ia menegaskan kembali bahwa dukungan relawan dan masyarakat Saireri terhadap pasangan MDF-AR tetap solid dan tak tergoyahkan.
“Saya minta semua pihak menjaga persatuan, menahan diri, dan tidak terpancing isu murahan. Kita sudah dekat ke hari pencoblosan 6 Agustus, jangan ada yang coba ganggu kekompakan kami,” tandasnya.
Dirk juga meminta media lebih bertanggung jawab, tidak menyebarkan informasi tanpa konfirmasi. Ia meminta maaf kepada seluruh keluarga besar Saireri atas kegaduhan yang terjadi, dan berharap semua tetap bersatu hingga hari kemenangan.
“Kami tetap berdiri teguh di belakang MDF-AR. Tidak ada ruang untuk provokator dan pemecah belah di dalam gerakan relawan kami,” pungkasnya.
Laporan: Andre Fon

















