Foto: istimewa / Kepala Diskominfo Kab. Jayapura Gustaf Griapon, ST.,M.Sos sedang menyajikan materi tentang pertanian cerdas kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Yapis Papua, Kamis (8/5/25).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Keberhasilan inovasi I-PADI (Internet of Things untuk Pertanian Digital) yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jayapura, mengantarkan Kepala Diskominfo, Gustaf Griapon, ST, M.Sos, menjadi pembicara dalam kuliah umum di Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Yapis Papua, Kamis (8/5/2025).
Dengan tema “Transformasi Pertanian Menuju Era Digital dengan Pemanfaatan IoT untuk Pertanian Cerdas,” kuliah umum ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus inspirasi bagi mahasiswa untuk lebih dekat dengan inovasi teknologi yang berdampak nyata.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Kewirausahaan, dan Inovasi, Dr. Andri Irawan, SE, M.Si, menyebut kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran yang menggabungkan akademik dan praktik lapangan.
“Perubahan teknologi terjadi begitu cepat, dan dunia pertanian pun harus beradaptasi. Melalui kuliah ini, mahasiswa bisa belajar dari contoh nyata bagaimana inovasi menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Menurut Dr. Andri, keberadaan pemateri dari kalangan birokrasi yang memiliki capaian inovatif menjadi penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang peka terhadap perubahan dan siap menjadi agen transformasi.
Gustaf Griapon pun tampil membawakan materinya dengan pendekatan komunikatif. Ia menceritakan bagaimana I-PADI lahir dari kebutuhan nyata di lapangan dan dikembangkan sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2023.
“Pertanian cerdas bukan lagi wacana masa depan. Sekarang, petani-petani kita sudah mulai menerapkan IoT untuk mengelola lahan, mengukur kelembaban tanah, hingga memantau kondisi cuaca,” paparnya.
Gustaf juga menekankan bahwa dunia pendidikan memiliki peran vital dalam melanjutkan dan memperluas inovasi ini.
“Saya harap mahasiswa tak hanya mendengar, tapi tertantang untuk mengembangkan teknologi serupa, bahkan lebih baik, melalui riset dan karya akademik,” ujarnya.
Suasana kuliah umum berlangsung santai namun bermakna. Guyonan ringan dari Gustaf sesekali mencairkan suasana, namun tak mengurangi keseriusan isi materi yang disampaikannya.
Kuliah ini menandai langkah nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Laporan: Irfan

















