Damkar Kota Jayapura Bentuk Relawan Kebakaran, Dorong Partisipasi Warga

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Sony | Nampak dia orang peserta REDKAR sedang menandatangani berita acara di saksikan dua petugas Damkar kota Jayapura, di Distrik Abepura, Rabu (28/5).

Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jayapura membentuk Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kebakaran. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Distrik Abepura, Rabu (28/5), dan dibuka oleh Staf Ahli Setda Kota Jayapura, Sem Stenly Meraudje, SE., MM, mewakili Wali Kota.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Meraudje menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi teknis, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pembentukan REDKAR diharapkan menjadi langkah strategis dalam menekan angka kebakaran di Kota Jayapura yang terus meningkat seiring kepadatan penduduk.

“Kami berharap para relawan ini bisa hadir di tengah masyarakat, membantu petugas dalam upaya awal pencegahan dan pengamanan saat terjadi kebakaran,” ujarnya.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Jayapura, M.V.S. Kirana, S.Sos., MH, menyebutkan bahwa REDKAR dibentuk dengan melibatkan perwakilan dari kelurahan dan kampung yang telah menunjukkan partisipasi aktif. Para relawan ini diharapkan menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya siaga kebakaran di komunitas masing-masing.

“Kami mengapresiasi antusiasme peserta, dan berharap REDKAR menjadi garda terdepan dalam upaya preventif,” kata Kirana. Ia menambahkan, pembentukan relawan sebelumnya sudah dilakukan di Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, dan kini terus diperluas sebagai bagian dari program pembinaan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kirana juga menyoroti keterbatasan armada pemadam kebakaran di Kota Jayapura. Saat ini hanya tersedia empat unit mobil pemadam (monitor) dan dua unit mobil suplai, padahal idealnya dibutuhkan 22 unit monitor dan 12 unit suplai untuk menjangkau seluruh wilayah kota secara efektif.

“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak, termasuk BUMN melalui program CSR, untuk penguatan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Kirana menambahkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk dengan Provinsi Papua, BUMN, serta pemerintah kabupaten tetangga seperti Jayapura dan Keerom, sudah mulai dibangun untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah ini.

“Damkar mungkin masih tergolong baru sebagai dinas, tetapi kami ingin menunjukkan kontribusi nyata dalam melindungi masyarakat dari risiko kebakaran,” tutupnya.

Laporan | Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *