Coffee Morning Polres Jayapura, Bahas Stabilitas Daerah Jelang Putusan PHPU 2024

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa / Tampak seluruh forkopimda usai Coffee Morning

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Menjelang putusan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024, Polres Jayapura mengadakan diskusi keamanan dalam acara Coffee Morning pada Sabtu (22/2) di Obhe Reay Mau Polres Jayapura.

banner 325x300

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) tetap kondusif di Kabupaten Jayapura.

Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, perwakilan partai politik, serta organisasi masyarakat.

Hadir dalam pertemuan ini antara lain Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., Penjabat (Pj) Bupati Jayapura Ir. Samuel Siriwa, M.Si., Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf Hendry Widodo, Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Rudi Bukanaung, S.E., serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., menekankan pentingnya peran semua elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah menjelang keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 24 Februari 2025.

“Keputusan MK bersifat final. Oleh karena itu, kita harus menerimanya dengan lapang dada dan tetap menjaga situasi yang kondusif,” ujar Kapolres.

Pj. Bupati Jayapura Ir. Samuel Siriwa, M.Si., mengapresiasi langkah Polres Jayapura dalam menggelar pertemuan ini.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersatu dalam menjaga keamanan daerah. “Kita harus saling berkomunikasi dan bekerja sama agar stabilitas di Kabupaten Jayapura tetap terjaga,” kata Pj. Bupati.

Ketua KPU Kabupaten Jayapura, Efra J. Tunya, S.H., juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait tahapan PHPU.

“Kami berharap masyarakat dapat menerima hasil keputusan dengan bijak serta berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.

Para tokoh agama dan adat yang hadir turut mendukung upaya menjaga ketenangan masyarakat. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ), Pdt. Naftaly Modouw, S.Th., menegaskan bahwa keputusan MK harus diterima dengan damai dan penuh keikhlasan.”Kami akan terus mendukung terciptanya situasi yang aman di Jayapura,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Jayapura tetap dalam keadaan aman dan kondusif dalam menyambut putusan akhir PHPU 2024.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *