Foto: istimewa / Senator DPD RI Carel Simon Petrus Suebu
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Senator DPD RI asal Papua, Carel Simon Petrus Suebu, menyerukan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk segera menyelesaikan persoalan sampah yang menumpuk di pinggir jalan utama Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Penumpukan sampah yang berlangsung sejak 19 Desember 2024 ini dinilai mencemari wajah ibu kota Kabupaten Jayapura, terutama menjelang perayaan Natal.
“Masalah sampah ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dinas terkait yang mengelola sampah. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal citra Kabupaten Jayapura yang menjadi pintu masuk Papua,” tegas Carel Suebu, Senin, 23 Desember 2024, di Kota Sentani.
Carel menyoroti permasalahan jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Waibron di Distrik Sentani Barat yang menjadi salah satu penyebab utama penumpukan sampah.
Ia meminta pemerintah segera mencari solusi komprehensif untuk menyelesaikan persoalan ini, termasuk menyelesaikan masalah lahan di lokasi TPA yang melibatkan hak-hak masyarakat adat.
“Sentani adalah wajah Kabupaten Jayapura, terutama karena Bandara Sentani berada di sini. Keindahan kota ini harus dijaga, apalagi menjelang Natal. Ini penting untuk menciptakan kesan positif bagi tamu yang datang dan bagi masyarakat yang merayakan Natal,” ujar pria yang akrab disapa Carel ini.
Ia menambahkan bahwa penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas kebersihan, tetapi juga melibatkan dinas yang mengurusi pertanahan.
“Dinas yang menangani tanah juga harus turun tangan untuk menyelesaikan hak ulayat masyarakat adat di lokasi TPA Waibron. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut,” tegas Carel.
Carel berharap, langkah cepat dari pemerintah daerah dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan merayakan Natal.
“Kita harus bekerja sama untuk memastikan lingkungan bersih dan rapi, terutama saat momen spesial seperti Natal,” tambah suami Agustina Youwe tersebut.
Masalah penumpukan sampah di Kota Sentani menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Diharapkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan stakeholder lainnya dapat segera menyelesaikan persoalan ini demi menjaga kebersihan dan keindahan Kabupaten Jayapura.
(Fan)







