BTM Anak Kampung, MDF Disambut Tapi Tak Direstui Ondoafi Besar Tobati-Injros

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Cagub Papua Dr. Benhur Tomi Mano, MM.,

Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Kunjungan Calon Gubernur Papua nomor urut 2, Mathius D. Fakhiri (MDF), ke Kampung Tobati, Jumat (25/7), memicu polemik. Meski ratusan pendukungnya memadati pesisir Teluk Youtefa, kehadiran MDF tetap menuai penolakan dari sejumlah perempuan Port Numbay dan teguran keras dari pemimpin adat tertinggi.

banner 325x300

Sejak awal, penolakan para mama Port Numbay asal Tobati berlangsung tegas dan terbuka. Aparat Polsek Jayapura Selatan yang berusaha menenangkan justru memicu perdebatan sengit, hingga situasi sempat memanas di sekitar Para-para adat Tobati.

Ketegangan baru mereda setelah Kepala Suku Gerson Hasor melakukan pendekatan kepada Ondoafi Tobati Laut, Hans Ireeuw. MDF dan rombongannya akhirnya diizinkan masuk dan menggelar pertemuan adat terbatas.

Dalam orasinya, Gerson Hasor menyebut MDF sebagai sosok anak adat yang memahami tatanan, dan menyatakan keyakinannya bahwa Kampung Tobati akan menjadi basis kemenangan paslon nomor 2.

Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh tokoh Tobati lainnya, Hans Y. Hamadi. Ia menegaskan bahwa Ondoafi Besar Tobati-Injros, Yohan Yanti Hamadi, telah terlebih dahulu menyatakan dukungan resmi kepada calon gubernur nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), yang adalah anak asli Tobati.

“Saya ditelepon langsung oleh Ondoafi Yohan Yanti Hamadi. Beliau kecewa karena MDF tetap masuk kampung, padahal surat dukungan untuk BTM sudah diteken. Ini soal komitmen adat,” tegas Hans Hamadi.

Menurutnya, hak ulayat dan wewenang adat di Tobati-Injros berada penuh di tangan Ondoafi besar. Setiap keputusan politik harus tunduk pada arahan keondoafian. “Kalau Ondoafi besar sudah putuskan, maka Ondoafi Laut dan kepala suku lainnya wajib mengikuti. Begitulah tatanan adat kami. Jangan dibalik,” ujarnya.

Sebagai reaksi atas kunjungan MDF, kelompok perempuan Port Numbay yang tergabung dalam Tim JANGKAR (Jaringan Kerja Akar Rumput) kini tengah menyiapkan deklarasi resmi mendukung Benhur Tomi Mano dan Constan Karma sebagai pasangan Cagub-Cawagub Papua.

Deklarasi akan digelar Selasa, 29 Juli 2025, di Kampung Tobati-Injros. Kegiatan ini akan melibatkan Ondoafi, kepala suku, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta utusan dari 10 kampung adat di Kota Jayapura dan Tanah Tabi.

BTM adalah anak kampung Tobati. Adat sudah bicara. Saatnya rakyat mendengar suara yang benar.

Laporan: Roy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *