Angka Stunting Meningkat, Pemkab Jayapura Bergerak dengan Strategi Konvergensi

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Plt Sekda Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, ST., MT., ketika memimpin aksi Konvergensi semua stakeholder, guna menekan angka stunting, Senin (26/1). 

banner 325x300

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi memulai Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026. Program ini diawali dengan Aksi 1 Analisis Situasi yang digelar, Senin (26/1/2026).

Kegiatan tersebut dibuka melalui sambutan Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, yang dibacakan oleh Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, ST., MT.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa penurunan stunting masih membutuhkan kerja keras lintas sektor. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus terkoordinasi, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Pemkab Jayapura menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga 14,2 persen pada tahun 2029. Target ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas.

Melalui Aksi 1 Analisis Situasi, pemerintah daerah melakukan pemetaan persoalan stunting di tingkat kampung. Data tersebut menjadi dasar penyusunan intervensi yang tepat sasaran.

Sasaran penanganan mencakup ibu hamil, ibu nifas dan menyusui, baduta, balita, remaja putri, calon pengantin, rumah tangga, hingga masyarakat umum.

Bupati juga menekankan peran strategis Puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan. Puskesmas diharapkan aktif dalam pendataan sasaran, pemantauan pertumbuhan anak, penguatan Posyandu, serta edukasi keluarga.

Baca juga: Turun Tangan! Bupati YW Pimpin Aksi Bersih-Bersih Dermaga Yahim

Selain itu, Bappeda Kabupaten Jayapura diminta memastikan seluruh program lintas sektor berjalan selaras dan tidak tumpang tindih.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Jayapura, Hijrayani, menyampaikan bahwa rangkaian aksi konvergensi stunting berlangsung selama 26–30 Januari 2026.

Tahapan awal difokuskan pada pemetaan masalah di kampung-kampung oleh OPD, distrik, dan puskesmas guna mengidentifikasi faktor penyebab stunting.

Hijrayani mengungkapkan, angka stunting di Kabupaten Jayapura mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya 744 anak, kini menjadi 931 anak atau setara 19,46 persen dari 4.785 bayi yang diukur.

“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Seluruh OPD harus memastikan program yang dijalankan benar-benar terintegrasi dan menyasar akar persoalan stunting,” tegasnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *