Foto: Irfan | Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH.,
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pemerintah Kabupaten Jayapura menegaskan tidak akan mengambil alih pengelolaan Persidafon Dafonsoro. Bupati Yunus Wonda menyebut persoalan internal klub terlalu rumit untuk ditangani.
Menurutnya, manajemen yang carut-marut ditambah sejumlah tunggakan membuat pemerintah enggan terlibat.

“Kalau pemerintah ambil alih sekarang, justru makin ribet. Energi habis hanya untuk urus masalah lama,” ujar Yunus, Selasa (19/8).
Baca juga: SSB Cendrawasih Raih Trofi Perdana dan Tiket Regional Soeratin U13
Sebagai gantinya, ia bersama Wakil Bupati Haris Richard S. Yocku sepakat membentuk klub baru. Dengan manajemen profesional dan identitas segar, langkah ini dinilai lebih efektif untuk memajukan sepak bola di Jayapura.
“Daripada masuk ke masalah yang tidak jelas ujungnya, lebih baik bikin klub baru dengan sistem yang bersih,” tegasnya.
Namun, pintu tidak sepenuhnya tertutup. Pemerintah masih bersedia jika pengurus Persidafon menyerahkan manajemen secara resmi dan terbuka.
“Kecuali mereka datang dengan sikap jujur dan menyerahkan penuh. Tapi selama ini masih tarik-menarik, jadi lebih baik fokus dengan yang baru,” jelasnya.
Baca juga: Hadiri Laga Final, Wabup Haris Yocku Resmi Tutup Turnamen Bola Voli Antar Kampung
Bupati juga menyinggung adanya utang Persidafon di sejumlah hotel saat menggelar event. Menurutnya, hal itu memperkuat alasan pemerintah untuk tidak lagi terlibat dalam pengelolaan klub lama.
Laporan: M. Irfan

















