BMP Tegaskan: Pilkada Bukan Perang, Mari Menangkan Papua dengan Damai

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Istimewa | Ketua BMP Provinsi Papua, Yerri Hamadi

Yerri Hamadi: Jangan Rusak Papua Hanya Karena Beda Pilihan

banner 325x300

Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua dengan tegas menyerukan agar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada 6 Agustus 2025 berlangsung dalam situasi yang aman, damai, dan tanpa kekacauan.

Ketua BMP Papua, Yerri Hamadi, menegaskan pihaknya berdiri di barisan terdepan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama proses PSU berlangsung.

“Pilkada bukan arena perang. Papua harus tetap damai. Kami tidak akan diam jika ada pihak yang ingin merusak persatuan hanya karena beda pilihan,” tegas Yerri kepada wartawan di Jayapura, Jumat (1/8).

Ketua BMP Papua ajak semua elemen tokoh agama, adat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan para intelektual untuk aktif mengedukasi warganya agar tidak mudah terprovokasi.

“Jangan biarkan isu liar, politik uang, dan fitnah membakar akal sehat masyarakat. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi tentang masa depan Papua,” ujarnya.

Yerri juga mendorong masyarakat untuk menggunakan hak pilih dengan hati nurani, bukan karena tekanan, sogokan, atau iming-iming. Ia menegaskan bahwa suara rakyat adalah kekuatan yang sah dan bermartabat.

“Masa depan Papua ada di tangan rakyat sendiri. Jangan jual harga diri hanya karena uang sesaat,” katanya.

Kepada aparat keamanan, BMP meminta agar hadir total di lapangan untuk menjamin warga bisa mencoblos dengan rasa aman, tanpa intimidasi.

Selain itu, Yerri mendesak KPU dan Bawaslu Papua sebagai penyelenggara dan pengawas pemilu untuk bekerja profesional, jujur, dan netral.

“Jangan main-main dengan suara rakyat. Rakyat tidak butuh pertunjukan, mereka butuh keadilan. Siapa pun yang menang, itulah pilihan rakyat yang harus diterima,” tegasnya.

Yerri tegaskan bahwa kedua pasangan calon harus siap menerima hasil PSU tanpa gaduh. Demokrasi akan rusak jika elit politik tidak dewasa dalam berdemokrasi.

“Kalau tidak siap menang atau kalah, jangan ikut bertarung. Rakyat Papua butuh pemimpin, bukan provokator,” tandasnya.

Sebagai informasi, PSU Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada 6 Agustus 2025 digelar berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi. Dua pasangan calon kembali bertarung, yakni: Nomor urut 1: Benhur Tomi ManoConstan Karma dan Nomor urut 2: Mathius D. FakhiriAryoko Rumaropen.

Laporan: Roy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *