Empat Aspirasi Krusial Warga Muara Nawa Diakomodir Pemkab Jayapura

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH., menyerahkan aspirasi dalam Noken kepada Plt. Kepala Bappeda Yusuf Yambe Yabdi, ST., MT., disaksikan Wakil Bupati Jayapura Haris Richard S. Yocku, SH., Kapolres Jayapura AKBP. Umar Nasatekay, S.I.K dan perwakilan TNI di Kampung Muara Nawa, Distrik Airu, Selasa (29/7).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., menegaskan komitmennya menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat Kampung Muara Nawa, Distrik Airu, dalam program kerja tahun 2026.

banner 325x300

Hal itu ia sampaikan saat kunjungan kerja bersama Wakil Bupati Haris Richard Yocku, Selasa (29/7), di kantor kampung setempat.

“Kami memang belum bisa langsung menjawab semua aspirasi tahun ini karena saat kami dilantik, APBD 2025 sudah ditetapkan. Tapi saya pastikan, seluruh usulan masyarakat akan masuk ke program kami di tahun 2026,” ujar Wonda di hadapan warga.

Sejumlah usulan yang diterima antara lain pembangunan SMA satu atap, penyediaan rumah layak huni, pemekaran kampung, hingga pembangunan sekolah berpola asrama.

“Aspirasi dari Kampung Muara Nawa ini saya catat baik-baik. Semua akan kami tindaklanjuti sesuai skala prioritas dan kemampuan daerah,” tegasnya.

Bupati Wonda juga menyoroti lambatnya pembangunan di Distrik Airu yang selama ini terabaikan. Ia berjanji ke depan akan mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk rencana pembangunan rest area bagi warga dan pelintas.

“Sangat disayangkan Airu ini seperti dianaktirikan. Kita akan ubah itu. Salah satunya, kita bangun rest area agar masyarakat bisa nyaman saat beristirahat di jalur lintas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Muara Nawa, Daud Hore, menyampaikan bahwa ada empat aspirasi utama yang disampaikan masyarakat kepada Bupati Jayapura.

Pertama, permohonan bantuan pembangunan 60 unit rumah layak huni untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang memadai bagi warga kampung.

Kedua, usulan pembangunan SMA satu atap sebagai solusi atas keterbatasan akses pendidikan tingkat menengah di wilayah tersebut.

Ketiga, permintaan penerbitan Surat Keputusan (SK) pemekaran kampung untuk mempercepat pelayanan pemerintahan dan pembangunan wilayah.

Dan keempat, pengajuan pembangunan sekolah berpola asrama bagi pelajar dari kampung-kampung sekitar yang menempuh pendidikan di Kampung Muara Nawa.

Menurut Daud Hore, semua usulan ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat dan diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten.

“Kami percaya aspirasi ini akan dijawab oleh Bupati dan Wakil Bupati. Masyarakat hanya ingin merasakan kehadiran pemerintah secara nyata di kampung ini,” ujarnya.

Laporan: M.Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *