Foto: Irfan | Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., saat memberikan sambutan pada acara bakar batu dan pertemuan dengan masyarakat Juk, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, Jumat, (11/7).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Kunjungan kerja Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., ke Distrik Kaureh pada Jumat (11/7) bukan sekadar seremonial. Dalam agenda yang dikemas dengan acara bakar batu dan dialog bersama warga Kampung Lapua, Juk, Bupati datang membawa semangat baru: mendengar, mencatat, dan menindaklanjuti aspirasi rakyat.
Dalam sambutannya yang penuh empati, Yunus Wonda menyampaikan tekadnya untuk menghentikan penderitaan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat di wilayah tersebut.
“Saya datang sebagai pemimpin untuk menghapus air mata di kampung ini. Tidak boleh ada lagi kesedihan baik bagi masyarakat asli Kaureh, pendatang dari gunung, maupun dari luar Papua. Kita semua sama, kita semua warga Kabupaten Jayapura,” ujar Wonda disambut tepuk tangan masyarakat.
Berbagai aspirasi disampaikan dalam pertemuan itu, mulai dari usulan pemekaran distrik baru bernama Nawa Lanny, pembentukan 30 kampung baru, permintaan pembangunan asrama pelajar di Kota Jayapura, penyelesaian persoalan lahan, hingga permintaan pembangunan rumah layak huni.
Tak hanya itu, isu peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan distribusi pegawai yang merata juga mencuat sebagai harapan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Aspirasi ini sesuai dengan visi misi saya. Karena itu, saya pastikan akan dimasukkan dalam program tahun 2025, dan mulai dikerjakan pada 2026. Tahun ini APBD sudah disahkan sebelum saya dilantik, jadi belum bisa diakomodasi sekarang. Tapi tahun depan, semua akan masuk,” tegasnya.
Yunus Wonda hadir didampingi seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang menurutnya siap menindaklanjuti setiap usulan yang masuk. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen PT Sinar Kencana Inti Perkasa yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Saya harap pihak perusahaan juga serius memperhatikan kesejahteraan pekerja, terutama soal kesehatan dan pendidikan anak-anak. CSR perusahaan ke depan harus menyentuh kebutuhan dasar warga, salah satunya lewat pembangunan sekolah,” pesannya.
Kunjungan ini menandai langkah awal Bupati Jayapura dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil. Ia berjanji, aspirasi warga akan menjadi kompas arah pembangunan yang lebih adil dan merata.
Laporan: M. Irfan

















