Foto: Willy | Tampak Mathius D. Fakhiri saat orasi politik di Lapangan Sepak bola Burmeso, Kabupaten Mamberamo Raya, Senin (30/6).
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja — Calon Gubernur Papua nomor urut 2, Mathius Derek Fakhiri (MDF), menggelar kampanye terbuka di Lapangan Burmeso, Ibu Kota Kabupaten Mamberamo Raya, Senin (30/6).
Ribuan warga, simpatisan, dan pendukung memadati lokasi kampanye untuk mendengarkan langsung visi dan misi MDF jika terpilih memimpin Papua periode 2025–2030.
Dalam orasinya, MDF menegaskan bahwa kemajuan Papua, terutama wilayah-wilayah terisolasi seperti Sarmi dan Mamberamo Raya, hanya dapat dicapai jika dipimpin oleh sosok yang memiliki akses dan jaringan kuat ke pemerintah pusat.
“Kalau Papua dan Mamberamo Raya mau maju, jangan coba-coba pilih pemimpin yang tidak punya akses ke Jakarta. Pembangunan butuh jaringan, bukan hanya janji,” tegas MDF disambut riuh tepuk tangan warga.
Ia menceritakan perjalanannya dari Sarmi ke Burmeso menggunakan kapal melalui muara Sungai Mamberamo yang memakan waktu hingga 10 jam. Menurutnya, hal ini menggambarkan kondisi keterisolasian yang harus segera diatasi.
“Besok, kalau saya dilantik menjadi gubernur, akses transportasi akan kita bangun agar konektivitas wilayah-wilayah terpencil seperti Mamberamo Raya bisa lebih baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, MDF juga memaparkan sejumlah program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga pembukaan akses transportasi udara dan sungai ke distrik-distrik pedalaman.
“Saya sudah jabarkan program unggulan dalam visi dan misi. Pendidikan dasar hingga ke perguruan tinggi akan kita siapkan bersama fasilitasnya. Jaminan kesehatan ibu dan anak juga akan ditingkatkan. Saya sudah berdiskusi dengan tenaga kesehatan di Mamberamo Raya, dan mereka mengakui daerah ini masih sangat tertinggal,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan rencana berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang berasal dari salah satu partai pengusungnya, untuk memperjuangkan pembangunan di kawasan Mamberamo Raya.
“Oleh sebab itu, pilih nomor dua pasangan yang jelas dan punya koneksi ke Jakarta,” tandas mantan Kapolda Papua tersebut.
Kampanye MDF dihadiri tokoh adat, tokoh agama, serta pimpinan partai politik pengusung di tingkat kabupaten. Mereka menyatakan komitmen mendukung MDF sebagai figur yang diyakini mampu menjembatani kebutuhan masyarakat Papua, khususnya Mamberamo Raya, dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Orang Papua butuh pemimpin yang didengar di Jakarta, bukan hanya di kampung sendiri. Maka kita pilih MARYO (Mathius–Aryoko), agar Mamberamo Raya bisa dibangun dan berkembang lebih maju,” ujar Yonas Tasti, kader Partai Hanura dan anggota DPRD Mamberamo Raya, dalam orasi dukungannya.
Kampanye berlangsung aman dan tertib di bawah pengamanan aparat gabungan TNI-Polri. Kegiatan ditutup dengan deklarasi dukungan masyarakat Mamberamo Raya kepada pasangan MDF–Aryoko.
Usai kampanye terbuka di Burmeso, MDF bertolak kembali ke Kasonaweja untuk melanjutkan rangkaian kampanye di wilayah Saireri. Rombongan MDF berangkat menggunakan Kapal KM. Chantika Lestari 88 dengan rute Waropen–Serui–Biak–Supiori.
Laporan: Willy Awek

















