Kaum Awam Katolik Papua Desak Uskup Mandagi Klarifikasi Dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional di Anim Ha

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Nampak sejumlah umat Katolik menggelar aksi di halaman Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, Kamis (29/5). 

Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Puluhan umat Katolik yang tergabung dalam Suara Kaum Awam Katolik Papua kembali turun ke jalan untuk menyuarakan protes terhadap Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC. Dalam aksi ke-30 yang bertepatan dengan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (29/5/2025), mereka mendesak agar sang uskup segera mengklarifikasi dukungannya terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Adat Anim Ha, Papua Selatan.

banner 325x300

Aksi kali ini dilangsungkan di halaman Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, Keuskupan Jayapura. Dengan membentangkan spanduk, membacakan Injil Lukas 24:46-53, serta menyampaikan seruan pertobatan ekologis, umat menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pernyataan Uskup Mandagi yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Injili.

“USMAN Harus Menjadi Corong Keselamatan, Bukan Eksploitasi”

Dalam pernyataan reflektif mereka, massa aksi menyebut Mgr. Mandagi yang mereka juluki “USMAN“—seharusnya menjadi “corong pertobatan dan keselamatan ekologis” di tanah Papua, bukan mendukung eksploitasi sumber daya alam melalui proyek-proyek yang berpotensi menimbulkan ekosida, etnosida, spiritsida, bahkan *genosida* terhadap masyarakat adat Anim Ha.

USMAN harus berhenti menjadi alat eksploitasi. Ia dipanggil untuk menjadi alter Christus (pengganti Kristus), bukan alter PSN,” ujar salah satu peserta aksi dalam orasinya.

Mereka menegaskan bahwa penderitaan masyarakat adat akibat proyek pembangunan yang masif seringkali tanpa persetujuan bebas dan informasi awal (FPIC) merupakan panggilan moral yang harus dijawab oleh para pemimpin gereja, khususnya oleh Uskup Agung Merauke.

10 Seruan Refleksi untuk Sang Uskup

Aksi ini juga diisi dengan pembacaan sepuluh seruan reflektif kepada Mgr. Mandagi, di antaranya:

1. Hadir dan solider bersama domba-dombamu di Anim Ha.
2. Jangan takut menderita, karena Kristus telah menjamin keselamatan.
3. Bertobatlah dan suarakan suara umat, bukan suara elite kekuasaan.
4. Jadilah corong pertobatan ekologis, bukan eksploitasi ekonomi.
5. Jangan biarkan altar Kristus digantikan altar PSN.

Tuntutan Umat Katolik Papua

Di penghujung aksi, para peserta menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC diminta segera mengklarifikasi dukungannya terhadap PSN di Papua Selatan.
2. Takhta Suci Vatikan dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) diminta mengganti Uskup Agung Merauke.
3. Dilakukan investigasi independen terhadap dugaan keterlibatan hierarki Gereja dalam PSN yang merugikan masyarakat adat.
4. Pengangkatan Uskup Orang Asli Papua di tiga wilayah keuskupan: Merauke, Agats-Asmat, dan Manokwari-Sorong.

Menurut mereka, suara umat di Papua harus lebih didengar dan diakomodasi oleh Gereja Katolik di Indonesia dan dunia. Aksi ini diyakini akan terus berlangsung hingga ada tanggapan konkret dari pihak gereja dan otoritas terkait.

Laporan: Sony | Tim

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *