Foto: Irfan / Plt Kasatpol PP Kabupaten Jayapura Jefri Hendry Pouw saat berbincang dengan pejabat struktural dan ASN Satpol PP, Rabu (30/4)
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Setelah resmi ditunjuk oleh Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., pada Rabu (30/4), Jefri Hendry Pouw langsung menyatakan kesiapannya untuk melakukan sejumlah langkah strategis sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Jayapura.
Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan Kasatpol PP yang telah berlangsung cukup lama. Dalam pernyataan perdananya, pria yang akrab disapa JHP ini menegaskan akan memulai masa jabatannya dengan melakukan konsolidasi internal.
“Kami akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu, baik dengan pejabat struktural, petugas lapangan, maupun jajaran di wilayah. Ini penting agar sinergi dalam pelaksanaan tugas berjalan optimal,” ujarnya saat diwawancarai media ini.
JHP menegaskan bahwa seluruh langkah kerja yang diambil nantinya akan selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura. Salah satunya adalah penegakan kembali peraturan daerah (Perda) yang telah dibuat oleh kepala daerah sebelumnya.
“Dalam menjalankan tugas, kami akan berpegang pada Perda dan Peraturan Bupati (Perbup) yang telah ditetapkan. Sebab tugas utama Satpol PP adalah menegakkan regulasi tersebut,” tambahnya.
Salah satu program prioritas dalam 100 hari kerja pertama, kata JHP, adalah pemberantasan peredaran minuman beralkohol lokal (milo), dari wilayah Sentani Timur hingga Waibhu, sesuai instruksi Bupati Jayapura.
“Itu yang menjadi fokus utama kami, karena pelarangan peredaran milo juga sudah ditetapkan dalam Perda,” jelasnya.
Selain itu, ia juga akan menertibkan kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Satpol PP yang selama ini dinilai tidak disiplin.
“Kami akan memanggil dan mengecek ASN yang jarang masuk kantor. Sesuai peraturan terbaru, ASN yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan dapat diberi sanksi hingga pemecatan. Ini akan menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.
Patroli dan pengawasan terhadap kedisiplinan ASN juga akan ditingkatkan sebagai bentuk komitmen menjalankan arahan Bupati Jayapura.
Tak hanya soal internal kelembagaan, JHP juga menyatakan pentingnya pendekatan kepada masyarakat agar Satpol PP bisa lebih diterima dan dipercaya oleh publik.
“Kami ingin mengubah stigma. Dengan pendekatan yang lebih humanis, kami harap masyarakat bisa menerima keberadaan Satpol PP sebagai mitra dalam menciptakan ketertiban dan keamanan,” pungkas JHP, yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Jayapura.
Laporan: Irfan

















