Pihak Ketiga Belum Dibayar, Kontraktor Kembali Gelar Aksi di Kantor Bupati Jayapura

Foto: Irfan / Nampak aksi para kontraktor Palang perkantoran diskusi dengan kapolres
banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan / Nampak aksi para kontraktor dialog dengan Kapolres Jayapura

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Belum cairnya pembayaran atas pekerjaan proyek menyebabkan para kontraktor asal Papua kembali turun ke jalan.

banner 325x300

Pada Kamis, 9 Januari 2025, sekitar pukul 12.53 WIT, mereka kembali mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura untuk menuntut hak-hak mereka yang hingga awal tahun ini belum juga terpenuhi.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya, yang sempat mereda setelah Pemkab Jayapura menjanjikan pembayaran atas pekerjaan yang telah selesai.

Namun, hingga saat ini, proses pencairan anggaran belum selesai, membuat para kontraktor kecewa dan kembali menggelar aksi protes.

Dengan membawa pengeras suara, para kontraktor meluapkan kekecewaan mereka di depan gerbang utama Kantor Bupati Jayapura, Kompleks Perkantoran Gunung Merah.

 

Gerbang yang menjadi akses utama keluar-masuk kantor tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Pada pukul 14.39 WIT, Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, menemui para demonstran untuk berdialog dan meminta mereka membuka blokade di depan kantor.

Upaya tersebut kemudian disusul oleh kedatangan Ketua DPRD Jayapura, Ruddy Bukanaung, bersama Wakil Ketua II, Petrus Hamokwarong, serta sejumlah anggota DPRD lainnya untuk membahas tuntutan para kontraktor.

Namun, upaya dialog tidak membuahkan hasil. Para kontraktor bersikeras ingin langsung bertemu dengan perwakilan Pemda Kabupaten Jayapura untuk menyelesaikan masalah ini.

Selain memblokade pintu masuk, para demonstran juga membakar dua ban bekas di tengah jalan sebagai bentuk protes mereka.

Hingga pukul 15.04 WIT, aksi mereka masih berlangsung tanpa kejelasan respons dari pihak pemerintah daerah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketidakpastian dalam pembayaran proyek tidak hanya merugikan kontraktor, tetapi juga menimbulkan ketegangan antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

(Fan)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *