Dok ist/ Nampak petugas berikan vaksin kepada ternak hewan babi warga
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mengeluarkan imbauan kepada para peternak untuk segera melakukan vaksinasi pada ternak babi sejak usia 0 bulan guna mengantisipasi penyebaran penyakit Hog Cholera atau demam babi klasik.
Langkah ini diambil setelah kematian babi di wilayah Jayapura meningkat dalam sepekan terakhir.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, drh. Adorsina Wompere, mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan pengujian, penyebab kematian tersebut adalah Hog Cholera, bukan African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika, yang sebelumnya sempat menjadi ancaman.
“Uji laboratorium memastikan bahwa kematian ternak babi yang terjadi bukan disebabkan ASF, melainkan Hog Cholera,” ungkap drh. Adorsina di Sentani, Selasa (15/10/2024).
Ia menjelaskan, kematian ternak babi ini terjadi di beberapa titik dan tidak sekaligus dalam satu lokasi, sehingga penularannya lebih terkendali. Namun, masyarakat tetap diimbau waspada.
“Kami menemukan kematian ternak di beberapa tempat terpisah. Ternak lain di lokasi yang berdekatan tidak terdampak langsung, tapi pencegahan tetap penting,” tambahnya.
Wabah Hog Cholera di Papua masih belum sepenuhnya bisa diatasi, meskipun jumlah kasus berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Pemkab Jayapura terus memberikan sosialisasi kepada peternak agar memperhatikan kondisi ternak dan waspada terhadap masuknya babi dari luar daerah.
“Peternak harus selektif dalam membeli ternak, terutama yang berasal dari luar. Hewan yang sehat bisa terpapar penyakit jika bercampur dengan ternak baru yang terinfeksi,” kata drh. Adorsina.
Selain vaksinasi, kebersihan kandang juga menjadi prioritas. Pemkab Jayapura menyediakan disinfektan secara gratis bagi peternak untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Kami berharap peternak rutin menyemprotkan disinfektan di kandang untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyakit lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Jayapura sudah dinyatakan bebas dari ASF setelah status wabah tersebut dicabut, berdasarkan hasil uji laboratorium dari beberapa lokasi di distrik Sentani dan sekitarnya, yang menunjukkan hasil negatif.
“Kami telah mengambil sampel pada Agustus di beberapa distrik seperti Sentani dan Waibu. Hasilnya negatif ASF, menandakan wilayah kami sudah terbebas dari virus ini,” pungkas drh. Adorsina.(Fan)







