Kasus Keracunan MBG di Depapre Tembus 527 Korban, Dinkes Papua Pastikan Tak Ada Pasien Kritis

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak dr. Berry Wopari, M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, ketika memberikan keterangan pers usai meninjau langsung kondisi korban anak keracunan massal di RSUD Yowari, Kamis (6/8). 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mencatat jumlah warga yang terdampak dugaan keracunan makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mencapai 527 orang secara kumulatif. Kendati jumlah korban terus bertambah, seluruh pasien dipastikan dalam kondisi stabil dan tidak ada yang mengalami keadaan kritis maupun mengancam jiwa.

banner 325x300

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Berry I.S. Wopari, M.Kes, mengatakan tren penambahan kasus mulai melandai dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, pasien yang masih menjalani perawatan menunjukkan perkembangan yang positif.

“Pemulihan pasien berjalan baik. Saya sudah meninjau langsung ke Depapre. Memang masih ada yang dirawat, tetapi penambahan kasus baru sudah jauh menurun dibandingkan kemarin,” ujar Berry, Kamis.

Ia menjelaskan seluruh pasien tetap berada dalam pengawasan tenaga kesehatan hingga benar-benar pulih. Mereka juga diminta disiplin mengonsumsi obat sesuai anjuran serta memperbanyak minum air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat keracunan.

Menurut Berry, racun dari makanan yang diduga terkontaminasi masih dapat memicu keluhan pada sebagian pasien. Karena itu, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila kembali mengalami nyeri perut hebat atau gangguan pencernaan setelah dipulangkan.

“Kemungkinan itu tetap ada, tetapi hanya bersifat kasuistik, bukan lagi kejadian massal,” jelasnya.

Tampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, MH, mendampingi Wakil kepala Badan Gizi Nasional dan Wagub Papua Dr. Aryoko Rumaropen, M.Eng., di RSUD Yowari, Doyo Baru
Tampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, MH, mendampingi Mayjend TNI. Trenggono, Wakil kepala Badan Gizi Nasional dan Wagub Papua Dr. Aryoko Rumaropen, M.Eng., di RSUD Yowari, Doyo Baru

Baca juga: Ramses Wally Minta Program MBG Dievaluasi Total, Usul Dana Langsung Dikelola Sekolah

Hingga saat ini, Dinkes Papua belum menemukan pasien dengan kondisi kegawatan medis. Sejumlah pasien memang sempat mendapat penanganan intensif akibat kejang perut yang dipicu bakteri penyebab keracunan, namun kondisi mereka kini telah berangsur membaik.

“Sampai sekarang tidak ada pasien yang kondisinya mengancam nyawa. Beberapa pasien dirujuk karena kejang perut, tetapi saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik,” katanya.

Pasien yang masih menjalani perawatan akan diobservasi selama satu hingga dua hari sebelum diperbolehkan pulang. Selama masa observasi, tenaga kesehatan memastikan kondisi klinis pasien benar-benar stabil, termasuk mampu makan, minum, dan beraktivitas ringan.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 527 warga terdampak, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap. Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga orang dewasa.

Berry mengungkapkan, kelompok usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) menjadi yang paling banyak terdampak. Selain itu, sejumlah anggota keluarga juga mengalami keracunan karena makanan dibawa pulang dan dikonsumsi bersama di rumah.

“Hampir semua kelompok usia terdampak, tetapi yang terbanyak adalah anak-anak usia SD dan SMP. Orang tua juga ikut terdampak karena makanan tersebut dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarga,” pungkasnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *