Foto: Irfan | Tampak Ramses Wally, Tokoh Adat yang juga Yo Ondofolo Kampung Babrongko, ketika memberikan keterangan pers, Rabu kemarin, (5/8).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Tokoh adat sekaligus Yo Ondofolo Kampung Babrongko, Ramses Wally, mendesak Pemerintah Kabupaten Jayapura segera memastikan Festival Danau Sentani (FDS) ke-XV yang sedianya digelar pada tanggal, 20-29 Agustus diundur ke tanggal 3-5 September 2026, harus kembali masuk dalam Kalender Event Nasional Kementerian Pariwisata serta memiliki jadwal pelaksanaan yang tetap setiap tahun.
Menurut Ramses, kepastian jadwal menjadi kunci agar Festival Danau Sentani semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Terlebih, pelaksanaan FDS tahun ini direncanakan akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar Festival Danau Sentani benar-benar menggema hingga tingkat nasional bahkan internasional. Promosi harus dilakukan jauh-jauh hari sehingga wisatawan memiliki waktu untuk mempersiapkan kedatangannya,” ujar Ramses, Rabu (5/8/2026).
Ia menilai perubahan jadwal pelaksanaan FDS dalam beberapa tahun terakhir telah mengecewakan banyak wisatawan yang sebelumnya telah merencanakan kunjungan ke Kabupaten Jayapura. Karena itu, ia berharap tidak ada lagi penundaan maupun perubahan waktu pelaksanaan festival.
Ramses menegaskan Festival Danau Sentani harus memiliki tanggal dan bulan pelaksanaan yang pasti sehingga wisatawan, khususnya dari mancanegara, dapat menyusun agenda perjalanan mereka sejak jauh hari.
“Kalau jadwalnya tetap, wisatawan akan lebih mudah mengatur waktu dan memesan perjalanan. Jangan setiap tahun berubah-ubah karena itu sangat mempengaruhi minat kunjungan,” katanya.

Baca juga: Delapan Legislator Otsus Resmi Dilantik, Ondo Ramses Wally: Jawablah Aspirasi Rakyat Adat!
Ia mengingatkan bahwa pada masa kepemimpinan almarhum Bupati Habel Suwae hingga Bupati Matius Awoitauw, Festival Danau Sentani pernah menjadi bagian dari Kalender Event Nasional dan dilaksanakan secara konsisten. Namun, beberapa tahun terakhir pelaksanaannya dinilai tidak lagi sesuai dengan kalender nasional sehingga kehilangan momentum.
“Oleh sebab itu saya berharap Pemda serius mengupayakan agar Festival Danau Sentani kembali masuk dalam kalender nasional. Dengan begitu pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan promosi hingga ke luar negeri,” tegasnya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Ramses berharap FDS mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat adat dan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, festival harus menjadi kesempatan bagi warga untuk menjual berbagai produk khas Papua, seperti papeda, sagu bakar, kuliner tradisional, serta hasil kerajinan tangan kepada
wisatawan.
“Jangan hanya menjadi acara seremonial atau euforia semata. Festival ini harus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal sekitar tiga pekan lagi, Ramses meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura, panitia pelaksana, dan Dinas Pariwisata segera mematangkan seluruh persiapan, termasuk atraksi budaya, tarian adat, serta seluruh rangkaian kegiatan yang akan ditampilkan.
“Persiapkan semuanya dengan maksimal agar Festival Danau Sentani menjadi kebanggaan Papua dan tetap berkelanjutan setiap tahun. Jangan sampai festival ini terputus-putus lagi, tetapi harus menjadi agenda tetap yang diakui secara nasional,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan


















