Foto: istimewa | Tampak dr. Beeri I.S.Wopari, M.Kes., Plt Kepala Dinas Kesehatan Papua dan Elianus Tabuni, Mgr.,M.Sc., Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan, ketika mengikuti Sosialisasi Gerakan SISALI (Semua Ikut Selamat Anak Lengkapi Imunisasi) di Kota Jayapura, Jumat (26/6).
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) bersama UNICEF dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua memperkuat komitmen meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak melalui sosialisasi Gerakan SISALI (Semua Ikut Selamat Anak, Lengkapi Imunisasi).
Komitmen tersebut diwujudkan dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Gerakan SISALI yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, paguyuban, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam pemaparannya, perwakilan Kementerian Kesehatan dan UNICEF menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu upaya paling efektif untuk melindungi anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Selain mencegah kecacatan, imunisasi juga berperan penting dalam menekan angka kematian anak akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
Meski demikian, Papua masih menghadapi tantangan besar. Berdasarkan data tahun 2025, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Provinsi Papua dan Papua Selatan baru mencapai sekitar 70 persen. Angka tersebut masih jauh dari target nasional sebesar 95 persen.
Rendahnya cakupan imunisasi menunjukkan masih banyak anak yang belum memperoleh perlindungan optimal terhadap berbagai penyakit berbahaya. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan.
Sosialisasi Gerakan SISALI menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF, sementara Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. B.I.S. Wopari, M.Kes, bertindak sebagai fasilitator.
Para narasumber mengajak seluruh komponen masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa imunisasi bukan sekadar program kesehatan, melainkan investasi penting dalam menciptakan generasi Papua yang sehat, kuat, dan produktif di masa depan.
Melalui forum advokasi ini, pemerintah menargetkan terbentuknya komitmen lintas sektor yang mampu mendorong percepatan peningkatan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap. Program SISALI ditargetkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi minimal 10 poin persentase di kabupaten-kabupaten sasaran dalam waktu tiga bulan.
Gerakan SISALI mengusung semangat kolaborasi dan gotong royong. Karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap anak memperoleh imunisasi lengkap.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai saran dan komitmen disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pelaksanaan Gerakan SISALI di seluruh wilayah Papua.
Salah seorang tokoh masyarakat yang hadir, Dr. KH. Daryono, M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Papua, Ketua Harian SIPAJA Papua, serta Ketua Komite SD Negeri Inpres Tanjung Ria, menyampaikan apresiasi atas sinergi Kementerian Kesehatan, UNICEF, dan Dinas Kesehatan Papua dalam mendorong peningkatan cakupan imunisasi.
Menurutnya, keberhasilan program imunisasi hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama untuk memastikan setiap anak Papua memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan RI, UNICEF, dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua sebagai simbol penguatan kolaborasi dalam mempercepat peningkatan cakupan imunisasi di Tanah Papua.
Melalui Gerakan SISALI, pemerintah berharap semakin banyak anak Papua memperoleh imunisasi lengkap sehingga terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, serta mampu menjadi penerus pembangunan Papua di masa mendatang.
Laporan: Sonny Rumainum

















