Bupati Biak Sambut 30 Mahasiswa UGM, Siap Garap Potensi Pulau Bromsi Selama 50 Hari

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, SH., MM., ketika menerima sebanyak 30 Mahasiswa asal Universitas Gadjah Masa (UGM), Rabu, (24/6). 

Biak Numfor, jurnalmamberamofoja.com – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Biak Elok 2026 resmi diterima oleh Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, SH., MM., untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando.

banner 325x300

Prosesi penerimaan yang berlangsung pada Rabu (24/6) tersebut turut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dosen pendamping lapangan. Selama kurang lebih 50 hari ke depan, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengembangan sektor pariwisata, perikanan, dan penguatan ekonomi lokal.

Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, menyampaikan apresiasi atas konsistensi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan UGM yang telah berlangsung sejak 2018. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN UGM tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang membantu masyarakat serta mendukung program pembangunan daerah yang sedang berjalan,” ujar Markus Mansnembra.

Nampak Markus O. Mansnembra, SH., MM., Bupati Biak Numfor
Markus O. Mansnembra, SH., MM., Bupati Biak Numfor

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor siap mendukung pelaksanaan program tersebut melalui kolaborasi lintas sektor bersama OPD terkait. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus.

“Mahasiswa harus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah kampung. Dengan kolaborasi yang kuat, program-program yang dirancang akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Pendamping KKN UGM, Ir. Rachmat Sriwijaya, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang terus membuka ruang kerja sama bagi mahasiswa UGM untuk belajar sekaligus mengabdi di tengah masyarakat Papua.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemkab Biak Numfor. Hubungan baik yang telah terjalin selama ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar dari kearifan lokal masyarakat setempat,” katanya.

Baca juga: Nelayan Biak Utara Dapat Rumpon dari Pemprov Papua, Wagub: Tingkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan

Menurut Rachmat, program KKN tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami berbagai persoalan sosial dan potensi pembangunan daerah secara langsung.

Bupati Biak Terima 30 Mahasiswa UGM
Bupati Markus Mansnembra terima 30 Mahasiswa UGM

Di sisi lain, Ketua Koordinator Mahasiswa Unit KKN-PPM UGM Biak Elok 2026, Sarasvati Baktiantoro, mengatakan timnya telah menyiapkan sejumlah program kerja yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat Kampung Saribra.

“Kami datang dengan semangat belajar dan bekerja bersama masyarakat. Berbagai program yang telah kami rancang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, sekaligus menjadi langkah kecil yang mendorong perubahan positif bagi warga Kampung Saribra,” ujar mahasiswa Program Studi Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya UGM tersebut.

Melalui program Biak Elok 2026, para mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat potensi unggulan daerah di sektor pesisir dan kepulauan.

Sebagai informasi, KKN-PPM UGM Tahun 2026 secara nasional menempatkan mahasiswa di 298 unit lokasi yang tersebar pada 274 kecamatan di 132 kabupaten/kota dan 32 provinsi di Indonesia. Untuk wilayah Papua, terdapat tujuh tim yang ditempatkan di sejumlah daerah, yakni Jayapura, Manokwari, Raja Ampat, dan Biak Numfor.

Laporan: Sony Rumainum | rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *