Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan, di Papua Ada Lima Ruas Strategis Mulai Beroperasi

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Video Conference (Vicon) Peresmian Jalan oleh Presiden Prabowo, diikuti oleh Gubernur Papua Matius Fakhiri, Ketua DPR Papua Denny Bonai dan sejumlah Bupati/Walikota lainnya, Selasa (23/6). 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan paket pekerjaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025/2026 secara nasional, Selasa (23/6/2026). Di Provinsi Papua, lima ruas jalan strategis resmi beroperasi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

banner 325x300

Peresmian secara nasional tersebut diikuti secara virtual oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., MH., bersama Ketua DPR Papua, Denny Bonai, ST., para kepala daerah, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua dari Ruang Multifungsi Kantor Gubernur Papua di Dok II, Kota Jayapura.

Secara nasional, Presiden Prabowo meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia.

Khusus di Papua, terdapat lima paket pekerjaan yang telah rampung, yakni Preservasi Jalan Kiren-Kaisau, Peningkatan Jalan Lingkar Pulau Numfor ruas Inasi-Bawei, Preservasi Jalan Botawa-Koweda-Barapasi, Peningkatan Jalan Warbo (Arso VI)-Jaifuri (Arso III), serta Peningkatan Jalan Skow-Puay.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, terlebih bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah sangat luas.

Menurut Presiden, jalan menjadi penghubung utama yang memungkinkan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagai produk unggulan daerah dapat menjangkau pasar dan pusat distribusi dengan lebih cepat.

“Melalui jalan-jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan, dan berbagai produk dapat bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi hingga kawasan industri,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang merata sehingga tidak ada daerah yang tertinggal akibat keterbatasan akses transportasi.

“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas,” tegas Presiden.

Baca juga: Kemendagri Apresiasi Daerah Berprestasi se-Tanah Papua, Insentif Fiskal Rp64 Miliar Dikucurkan

Usai mengikuti peresmian, Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, S.I.K., menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat dalam membuka keterisolasian sejumlah wilayah di Papua.

Menurut Matius, masyarakat yang berada di distrik dan kampung yang dilalui jalan Inpres kini mulai merasakan manfaat nyata dari pembangunan tersebut.

“Atas nama kepala distrik, kepala kampung dan masyarakat di wilayah Provinsi Papua yang terlewati akses Jalan Inpres ini, kami menyampaikan penghargaan yang tulus dan setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo. Kini masyarakat sudah dapat menikmati akses jalan tersebut,” kata Mathius.

Pria yang akrab disapa MDF itu mengatakan, konektivitas menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat Papua. Dengan terbukanya akses jalan, hasil pertanian, perkebunan, dan berbagai sumber daya lokal dari kampung-kampung dapat dipasarkan ke pusat-pusat ekonomi di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Pemerintah Provinsi Papua, lanjut MDF, juga telah mengusulkan sejumlah ruas jalan baru kepada pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur di Tanah Papua terus berlanjut. “Kami sudah mengusulkan beberapa ruas jalan baru lagi.

Mudah-mudahan tahun depan Bapak Presiden dapat membantu membuka akses tersebut. Kolaborasi yang baik dan saling mendukung dalam pembangunan jalan menjadi kunci untuk membuka konektivitas Papua yang lebih luas,” ujarnya.

Pemprov Papua optimistis keberadaan lima ruas jalan strategis tersebut akan memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Dengan semakin terbukanya konektivitas antarwilayah, pembangunan di Papua diharapkan semakin merata dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke kampung-kampung terpencil.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *