Foto: istimewa | Tampak Brigjen TNI (Purn) Acub Zainal, Mantan Pangdam XVII Tjendrawasih 1970-1973 dan Gubernur Irian Jaya (Papua) 1973-1975.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Nama Brigjen TNI (Purn.) Acub Zainal tidak hanya tercatat dalam sejarah militer Indonesia, tetapi juga dalam perjalanan pembangunan Papua, perkembangan sepak bola nasional, hingga kemajuan sektor properti modern di Tanah Air.
Sosok yang lahir pada 19 September 1927 ini dikenal sebagai pemimpin dengan visi besar yang mampu meninggalkan jejak pengabdian di berbagai bidang. Dari medan tugas militer hingga dunia olahraga dan bisnis, Acub Zainal berhasil menorehkan warisan yang masih dikenang hingga kini.
Panglima yang Dekat dengan Rakyat Papua
Perjalanan pengabdian Acub Zainal di Papua dimulai ketika ia dipercaya menjabat sebagai Panglima Kodam XVII/Cenderawasih pada periode 1970-1973. Di masa kepemimpinannya, ia dikenal memiliki pendekatan yang humanis serta mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat adat Papua.
Kedekatannya dengan rakyat membuat Acub Zainal memperoleh kepercayaan besar dari pemerintah pusat. Setelah menyelesaikan tugas sebagai Pangdam, ia kemudian diangkat menjadi Gubernur Irian Jaya pada tahun 1973 dan memimpin hingga 1975.
Selama menjabat gubernur, berbagai program pembangunan mulai digulirkan. Ia mendorong peningkatan fasilitas pemerintahan dan olahraga yang menjadi fondasi perkembangan Papua pada masa itu. Renovasi Kantor Gubernur Papua, pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Cendrawasih Jayapura, hingga pembenahan Stadion Mandala menjadi beberapa karya yang masih dikenang masyarakat hingga sekarang.
Bagi banyak warga Papua, Acub Zainal bukan sekadar pejabat negara, tetapi figur yang ikut meletakkan dasar pembangunan modern di Bumi Cenderawasih.
Sosok Penting dalam Kemajuan Sepak Bola Indonesia
Selain dikenal sebagai tokoh militer dan pemerintahan, Acub Zainal juga memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola. Pada era 1980-an, ia aktif dalam kepengurusan PSSI dan berperan dalam mendorong kemajuan kompetisi sepak bola nasional.
Di Papua, namanya diabadikan melalui turnamen sepak bola antarkabupaten yang memperebutkan Piala Acub Zainal. Kompetisi tersebut menjadi salah satu ajang bergengsi yang mampu membangkitkan semangat olahraga di kalangan generasi muda.
Namun jejak terbesar Acub Zainal dalam dunia sepak bola terukir di Kota Malang. Bersama putranya, Lucky Acub Zainal, ia menggagas berdirinya Arema Malang pada 11 Agustus 1987. Klub yang awalnya dibangun dengan penuh perjuangan itu kemudian menjelma menjadi salah satu kekuatan besar sepak bola Indonesia.
Atas jasa dan dedikasinya, jutaan pendukung Arema mengenangnya sebagai “Bapak Arema”, sebuah penghormatan yang menunjukkan betapa besar kontribusinya terhadap lahir dan berkembangnya klub berjuluk Singo Edan tersebut.
Berhasil Membawa Pakuwon Jati Menjadi Raksasa Properti
Setelah menuntaskan karier di dunia militer dan pemerintahan, Acub Zainal melanjutkan kiprahnya di sektor bisnis. Ia dipercaya memimpin PT Pakuwon Jati Tbk sebagai direktur sejak tahun 1984 hingga 2007.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan itu berkembang menjadi salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia. Salah satu proyek yang paling dikenal masyarakat adalah Tunjungan Plaza Surabaya, yang hingga kini menjadi ikon pusat perbelanjaan terbesar di Jawa Timur.
Kemampuan manajerial dan kepemimpinannya membuat Acub Zainal tetap dipercaya menduduki posisi komisaris setelah masa jabatannya sebagai direktur berakhir.
Warisan Pengabdian untuk Bangsa
Pada 4 Oktober 2008, Brigjen TNI (Purn.) Acub Zainal mengembuskan napas terakhir di Jakarta pada usia 81 tahun. Meski telah berpulang, jejak pengabdiannya tetap hidup dalam berbagai bidang yang pernah disentuhnya.
Di Papua, ia dikenang sebagai salah satu tokoh yang turut mendorong pembangunan infrastruktur dan modernisasi daerah.
Di dunia sepak bola, namanya tetap abadi sebagai pendiri Arema Malang sekaligus salah satu tokoh penting perkembangan sepak bola nasional.
Sementara di sektor bisnis, ia dikenang sebagai pemimpin yang berhasil mengembangkan perusahaan properti nasional menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Acub Zainal membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya dilakukan melalui satu jalur. Melalui kepemimpinan, dedikasi, dan visi yang dimilikinya, ia meninggalkan warisan yang terus dikenang dalam sejarah Papua, sepak bola Indonesia, dan pembangunan nasional.
Laporan: Sony Rumainum

















