Resmi Kantongi Izin Operasional, STKIP Papua Launching dengan Prodi PGSD S1

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Papua Edison Awoitauw, ST.,SH.,MH., dan Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua, Dr. Suriel Samuel Mofu, S.Pd.,M.Ed., di sela penyerahan SK Izin Pendirian di Sentani, Senin (8/6). 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Dunia pendidikan tinggi di Papua kembali bertambah dengan hadirnya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Papua yang resmi diluncurkan di Kabupaten Jayapura, Senin (8/6/2026).

banner 325x300

Peluncuran tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Pendirian STKIP Papua dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya, Dr. Suriel Semuel Mofu, S.Pd.,M.Ed.,TEFL., M.Phil., kepada Ketua STKIP Papua, Edison Awoitauw.

Acara yang berlangsung di Hotel Suni Sentani itu turut disaksikan perwakilan Pemerintah Provinsi Papua, jajaran Pemerintah Kabupaten Jayapura, tokoh pendidikan, serta ratusan tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan lahirnya perguruan tinggi baru di Bumi Khenambay Umbay.

Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua, Dr. Suriel Semuel Mofu, mengatakan kehadiran STKIP Papua menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, masih banyak lulusan sekolah menengah di wilayah Sentani, Dosay, Genyem dan sejumlah daerah lainnya yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Karena itu, kehadiran STKIP Papua diharapkan dapat menjadi solusi bagi anak-anak Papua yang ingin melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan daerahnya.

“Perguruan tinggi ini hadir untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak Papua agar dapat mengenyam pendidikan tinggi. Mereka yang belum tertampung di kampus lain kini memiliki alternatif baru untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Mofu.

Ia menjelaskan, STKIP Papua merupakan perguruan tinggi swasta ke-77 di Tanah Papua dan menjadi perguruan tinggi swasta ke-19 yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura.

Baca juga: LLDIKTI XIV Minta Pemda Papua Prioritaskan Lulusan Universitas Jayapura Isi Krisis Tenaga Kesehatan

Selain memperluas akses pendidikan, Mofu menilai kehadiran STKIP Papua juga memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal melalui dunia pendidikan.

Menurutnya, guru-guru yang dididik di Papua akan lebih memahami kondisi sosial, budaya, serta karakteristik masyarakat setempat sehingga mampu menghasilkan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan daerah.

“Jika guru-guru dididik di Papua, maka mereka akan tumbuh dengan pemahaman terhadap budaya dan kearifan lokal. Ini penting agar pendidikan tidak terlepas dari identitas masyarakat Papua,” katanya.

Mofu juga menyoroti dampak ekonomi dari kehadiran perguruan tinggi di daerah. Ia menilai keberadaan kampus akan membantu menjaga perputaran ekonomi lokal karena mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya hidup di luar daerah.

“Jika anak-anak kuliah di daerah sendiri, maka dana pendidikan, termasuk beasiswa, akan berputar di daerah ini dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia memastikan STKIP Papua telah memiliki jaminan akreditasi minimum sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat langsung menyelenggarakan proses pendidikan. LLDIKTI Wilayah XIV, lanjutnya, akan terus melakukan pembinaan, pengawasan, serta pendampingan untuk memastikan kualitas pendidikan di kampus tersebut.

Mofu juga mengajak Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan STKIP Papua agar mampu berkembang menjadi institusi pendidikan yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Dengan terbitnya SK Menteri, perguruan tinggi ini telah memiliki dasar hukum yang kuat untuk beroperasi dan berada di bawah pembinaan serta pengawasan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” tegasnya.

Baca juga: Wabup Haris Yocku Tekankan Pemerataan Mutu Pendidikan dan Sekolah Gratis Saat Bertemu MKKS

Lounching STKIP Papua
Tampak sambutan Edison Awoitauw, ST.,SH.,MH., Ketua STKIP Papua

Sementara itu, Ketua STKIP Papua, Edison Awoitauw, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya izin operasional kampus yang dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua melalui pendidikan.

Menurut Edison, STKIP Papua hadir dengan visi mencetak tenaga pendidik yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di berbagai wilayah Tanah Papua.

“STKIP Papua berkomitmen melahirkan generasi guru yang berkualitas dan siap mengabdi untuk kemajuan pendidikan di Papua,” ujarnya.

Pada tahap awal operasionalnya, STKIP Papua membuka Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) jenjang Sarjana (S1) dan telah mulai menerima mahasiswa baru.

Program studi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga guru sekolah dasar yang profesional dan kompeten, terutama di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Dengan mengusung semangat “Diktisaintek Berdampak”, STKIP Papua menargetkan diri menjadi institusi pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan calon guru berkualitas serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua.

Kehadiran STKIP Papua juga diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan guru yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, sekaligus memperluas kesempatan masyarakat Papua untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kampung halamannya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *