Yanni Tantang PPIR Papua Cetak Pemimpin Masa Depan, Targetkan Kader Siap Bertarung pada 2029

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Yanni, SH., M.Sos., bersama pengurus Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) usai pengukuhan kemarin. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni, SH.,M.Sos., meminta jajaran Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Papua menjadikan momentum pengukuhan kepengurusan sebagai langkah awal membangun kaderisasi kepemimpinan yang terarah untuk menyiapkan generasi pemimpin Papua pada masa mendatang.

banner 325x300

Menurutnya, organisasi tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial dan pembentukan struktur kepengurusan. Lebih dari itu, PPIR harus menjadi wadah pembinaan kader, penguatan karakter, serta ruang pengabdian yang nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Yanni saat menghadiri pertemuan konsolidasi pengurus PPIR Papua usai pengukuhan kepengurusan di Jayapura.

“Tantangan terbesar sebuah organisasi bukan saat membentuk pengurus, tetapi bagaimana melahirkan kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat,” ujar Yanni.

Ia menegaskan bahwa Papua membutuhkan lebih banyak pemimpin yang lahir dari proses panjang pengabdian kepada masyarakat. Sosok pemimpin yang memahami persoalan rakyat secara langsung, memiliki pengalaman organisasi yang matang, serta terbiasa bekerja dengan disiplin dan tanggung jawab.

Karena itu, Yanni meminta PPIR mulai memetakan kader-kader potensial sejak sekarang. Regenerasi kepemimpinan, menurutnya, harus dipersiapkan secara sistematis dan berkelanjutan agar ketika momentum politik tiba, organisasi telah memiliki figur-figur yang siap mengemban amanah.

“Kalau ada kader yang baik, yang sudah bekerja dan teruji di tengah masyarakat, siapkan mereka dari sekarang. Harus sudah terlihat siapa yang siap menjadi anggota DPRD, DPR, kepala daerah, maupun pemimpin di berbagai sektor strategis lainnya,” katanya.

Yanni menilai banyak organisasi gagal melahirkan pemimpin karena terlalu fokus pada agenda jangka pendek dan mengabaikan proses kaderisasi. Padahal, kepemimpinan yang kuat tidak lahir secara instan.

Baca juga: Bincang Bersama Wartawan, Yanni Tegaskan Pers Garda Terdepan Informasi Publik

Menurutnya, pengalaman, karakter, serta
kemampuan memahami kebutuhan masyarakat hanya bisa dibentuk melalui proses panjang yang dijalani secara konsisten.

Dalam kesempatan itu, Yanni juga mengingatkan bahwa para purnawirawan memiliki kekayaan pengalaman yang sangat berharga untuk diwariskan kepada generasi muda Papua.

Pengalaman pengabdian kepada bangsa dan negara selama bertahun-tahun dinilai menjadi modal penting dalam membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh, disiplin, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Seragam boleh dilepas, masa tugas boleh berakhir, tetapi pengabdian kepada bangsa tidak pernah selesai,” tegasnya.

Selain mendorong kaderisasi, Yanni juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat kelembagaan PPIR Papua. Gerindra Papua, kata dia, akan memberikan dukungan terhadap pengembangan organisasi, termasuk penyediaan fasilitas sekretariat sebagai pusat koordinasi, konsolidasi, dan pembinaan kader.

Ia menilai organisasi yang ingin melahirkan pemimpin berkualitas harus dibangun di atas fondasi moral yang kuat, komunikasi yang baik, serta struktur organisasi yang solid.

Yanni berharap PPIR Papua dapat berkembang menjadi rumah besar kaderisasi yang mampu menghimpun pengalaman, gagasan, dan semangat pengabdian untuk mendukung pembangunan Papua.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Karena itu, Papua membutuhkan lebih banyak organisasi yang mampu menyiapkan sumber daya manusia unggul dan pemimpin yang berkualitas.

“Masa depan Papua tidak ditentukan oleh siapa yang paling ramai menjelang pemilu, tetapi oleh siapa yang paling serius menyiapkan manusia-manusia terbaiknya sejak hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang yang paling berharga bagi daerah.

“Dalam politik, jabatan bisa dicari dalam hitungan bulan. Tetapi pemimpin dibentuk melalui proses yang panjang. Karena itu kaderisasi adalah investasi terbesar yang harus kita siapkan untuk masa depan Papua,” tutup Yanni.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *